Minggu, 15 November 2015

Morfologi GL PRO

Spesifikasi Honda GL Pro Neotech – Penakluk Tanjakan yang Powerfull

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, Honda GL Pro
Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, merupakan jejeran Motor Tuo dari GL Series yang pernah menikmati kejayaan dimasanya. Motor ini pertama kali muncul di tahun 1995 dan akhirnya dimatikan oleh Honda di  tahun 1999.
Kuda besi yang memiliki kapasitas dapur pacu 160 cc atau lebih tepatnya 156,7 cc ini mampu memuntahkan tenaga maksimum sebesar 14,7 hp di putaran mesin 8500 per menit. Meskipun memiliki kapasitas dapur pacu yang bisa dikatakan besar, GL Pro Neotech ini tergolong irit dalam hal konsumsi bahan bakar.
Keiritan GL Pro Neotech ini tak menjadi penghalang untuk kuda besi ini mengeluarkan karakter engine-nya yang responsif dan tangguh. Sebagai buktinya adalah masyarakat di pegunungan, banyak yang menggunakan Honda GL terutama GL Pro Neotech ini. Di Gunung Bromo misalnya, masyarakat sekitar memanfaatkan motor ini sebagai tunggangan sehari-hari untuk mencari nafkah dengan menjadi ojek yang mengankut wisatawan disana. Bahkan tak hanya wisatawan yang diangkut motor ini, motorpun yang tak kuat menghadapi tanjakan yang cukup ekstrim itupun terkadang juga menjadi penumpang di jok lurus kuda besi ini.

Honda GL Pro Neotech , GL Pro Neotech
Honda GL Pro Neotech Penakluk Gunung Bromo

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Honda GL Pro Neotech Penakluk Gunung Bromo
Desain GL Pro Neotech ini sendiri masih mirip dengan GL Pro Series dan GL Pro Black Engine yang tetap membawa ciri khas Honda GL yang memiliki desain lurus dan kotak. Tetapi untuk tenaga sendiri GL Pro Neotech ini mengalami penurunan dibandingkan dengan GL Pro Black Engine. Namun disisi lain GL Pro yang lebih update ini lebih irit dibandingkan dengan kedua kakaknya itu.
Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Honda GL Pro Neotech
Spesifikasi Honda GL Pro Neotech
Tipe
Sport Touring
Tahun Produksi
1995-1999
Engine
OHC, 4 Tak
Kapasitas Engine
156,7 cc
Bore x Stroke
63,5 x 49,7 mm
Rasio Kompresi
9,0 : 1
Maximum Power
14,7 hp @ 8500 rpm
Maximum Torque
1,3 kgf.m @ 6500 rpm
Fuel System
Cylinder Ventury Carburator 24’’
Sistem Pendingin
Udara
Sistem Pengapian
CDI-DC, Battery
Battery
12 V – 4 Ah
Busi
ND X 24 EP-U9 / NGK DP8EA-9
Transmisi
5-Speed ( 1-N-2-3-4-5)
Kopling
Manual, Wet & double clutch
Starter
Kick
Drive
Chain (Rantai)
Dimensi
Panjang
2034 mm
Lebar
754 mm
Tinggi
1062 mm
Jarak Sumbu Roda
1281 mm
Tinggi Jok
772 mm
Jarak ke Tanah
149 mm
Kapasitas Oli Engine
0,9 liter
Kapasitas Tangki BBM
8 liter
Berat kosong
103 kg
Konsumsi BBM
51,4 km/liter pada kecepatan 50 km/jam
Rangka
Diamond Steel
Suspensi
Depan
Telescopic
Belakang
Swing arm, Double Shockbreaker
Ban
Depan
2,75 - 18 - 42P
Belakang
3,00 - 18 - 47P
Rem
Depan
Cakram, Double Piston
Belakang
Tromol (Drum)
Rantai Kamprat
Silent Chain
Gear Belakang
46
Noken As
2 Bearing


Galeri Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Engine Kanan Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Engine Kiri Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Headlamp Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Engine Kanan Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Engine Kiri Honda GL Pro Neotech          sumber : dari segala sumber di internet

KLASIK MOTORSPORT HONDA

 GL PRO dan Megapro adalah legenda motorsport Honda dari dulu. Berikut ini adalah sejarah dan spesifikasi mengenai GL PRO dan Megapro
Sejarah Perjalanan Honda GL-Pro Hingga Megapro di Indonesia

Honda Pro series..... Motor ini terkenal di kalangan masyarakat Indonesia terutama di Jawa dan Sumatra, karena emang di pulau itu yang paling laris dan penduduknya paling banyak gan... Honda GL-Pro pertama kali diperkenalkan di publik Indonesia tahun 1985 dan hingga sekarang masih tetap dijual dengan nama Megapro. Dari dulu hingga sekarang, telah terjadi banyak sekali perubahan pada motor sport Honda ini, tentunya menyesuaikan perkembangan jaman gan.



Honda GL-Pro 145 (white engine)


Pada tahun 1985, gebrakan Honda cukup mengejutkan pasar sepedamotor Indonesia, dengan menghadirkan Honda GL-Pro dengan kapasitas mesin lebih besar dari GL-Max 125cc, yaitu 145cc. Otomatis tenaga yang dikeluarkan pun lebih besar. Penampilan dengan desain lebih menarik dan kekar dibanding seri GL sebelumnya. Keluarnya GL Pro langsung mendapat sambutan hangat dari pengguna sepedamotor di Indonesia. Imej motor 4-tak irit tanpa perlu oli samping membuat penjualannya pun termasuk "laris" menyisihkan para kompetitor, menjadikan Honda semakin "berlari" sendiri, nyaris tanpa saingan menguasai pasar sepedamotor di Indonesia. Para kompetitornya sedang ramai-ramainya mengeluarkan mesin 2-tak yang berlomba-lomba membuat sepedamotor kencang. Honda GL Pro hadir tidak terlalu mengutamakan kecepatan untuk bersaing dengan para kompetitor, tapi mengandalkan ketangguhan mesin dan keiritan penggunaan bahan bakar. Oleh karena itu Honda GL-Pro mampu dibawa untuk perjalanan jauh sejauh yang kita mampu tanpa mengalami gangguan mesin. Produksi dan penjualan GL-Pro white engine ini dihentikan pada tahun 1991.



Honda GL-Pro 145 (Black Engine)


Belum puas dengan hadirnya GL Pro sebelumnya yang memiliki ciri khas mesin berwarna putih silver atau biasa disebut white engine. Honda mendatangkan Honda GL Pro secara CBU langsung dari Jepang dengan mesin berwarna hitam atau GL Pro Black Engine. Sekilas tidak ada perbedaan dengan kedua varian GL Pro berkapasitas 145cc ini. Selain mesin yang lebih awet dan tangguh, GL Pro Black Engine juga jauh lebih bertenaga serta akselerasinya sangat mengejutkan. Mungkin GL Pro ini merupakan jawaban atas kompetitor yang lebih bertenaga karena menggunakan mesin 2-tak, sedangkan Honda tetep pede dengan 4-tak. Hingga saat ini, GL Pro Black Engine masih menjadi incaran para pengguna sepedamotor. Bahkan menurut penuturan para "bikers", bahwa Honda GL Pro Black Engine mampu mengimbangi sepedamotor keluaran tahun terbaru yang berkapasitas 150cc.

Berikut spesifikasi GL Pro Black engine:
Mesin: 4-stroke, 1 silinder, OHC
Kapasitas mesin: 144,7 cc (145)
Bore x stroke: 61 x 49,5 mm
Rasio kompresi: 9,3 : 1
Max. power: 16 hp @ 8500 rpm
Pendingin: udara
Transmisi: 5-speed (1-N-2-3-4-5)
Kopling: manual, tipe basah, double clutch
Battery/accu: 12V-4Ah
Busi: ND X24EP-U9 - NGK DP8EA-9
Pengapian: CDI-DC, battery
Drive: chain (rantai)
Berat: 103 kg
Starter: kick

Dimensi:
Panjang x lebar x tinggi: 2034 x 754 x 1062 mm
Jarak sumbu roda: 1281 mm
Tinggi jok: 772 mm
Jarak ke tanah: 149 mm

Rangka: diamond steel
Suspensi:

- depan: telescopic
- belakang: swing arm, double shockbreaker
Ban:
- depan: 2,75-18 - 42P
- belakang: 3,00-18 - 47P
Rem:
- depan: cakram, single piston
- belakang: drum (tromol)



Honda GL-Pro 160 (Neo Tech)


Selanjutnya pada tahun 1995, Honda memperkenalkan Honda GL Pro dengan teknologi baru, atau lebih dikenal dengan nama GL Pro Neo Tech, masih mengandalkan mesin SOHC dengan kapasitas mesin 160cc. Menggunakan mesin baru, yang berbeda dengan mesin GL Pro sebelumnya. Tenaga yang dikeluarkan juga lebih besar dari GL Pro White Engine, tapi dari penuturan beberapa teman yang pernah memiliki sepedamotor ini, secara kemampuan masih sedikit di bawah GL Pro Black Engine, apalagi untuk urusan power dan topspeed.
Pada tahun 1999, produksi Honda GL Pro dihentikan dan dilanjutkan ke generasi Megapro.

Spesifikasi GL-Pro Neo Tech:
4-stroke, OHC
Cylinder: 1
Kapasitas mesin: 156,7 cc
Bore x stroke: 63,5 x 49,7 mm
Rasio kompresi: 9,0: 1
Max power: 14,7 hp @ 8500 rpm
Max torque: 1,3 kgf.m @ 6500 rpm
Pendingin: udara
Fuel system: Silinder ventury karbu 24

Pengapian: CDI-DC, battery
Battery/accu: 12v-4Ah
Busi: ND X 24 EP-U9 / NGK DP8EA-9
Transmisi: 5-speed (1-N-2-3-4-5)
Kopling: manual, tipe basah, double clutch
Starter: kick

Dimensi:
Panjang x lebar x tinggi: 2034 x 754 x 1062 mm
Jarak sumbu roda: 1281 mm
Tinggi jok: 772 mm
Jarak ke tanah: 149 mm
Cam chain: silent chain (rantai)
Kapasitas olie mesin: 0,9 liter

Kapasitas tangki: 8.0 liter
Konsumsi bbm: 51,4 km per liter @ 50 km/jam
Berat: 106 kg

Rangka: diamond steel
Suspensi:
- depan: teleskopik
- belakang: swing arm, double shockbreaker
Ban:
- depan: 2,75-18 - 42P
- belakang: 3,00-18 - 47P
Rem:
- depan: cakram dengan double piston
- belakang: drum (tromol)

Lainnya:

- Rantai Kamrat model silent chain
- Gir belakang: 46
- Noken as: pakai 2 bearing


Honda Megapro 160 (Neo Tech)


Mega Pro generasi pertama hadir sekitar tahun 1999-2001, yang dikenal dengan Megapro Neotech yang merupakan peralihan dari GL-Pro Neotech. Terjadi perubahan bentuk dari yang serba kotak menjadi serba membulat mulai dari body dan lampu. Mesin pun masih tetap sama menggunakan jenis GL-Pro 160cc Neo tech, tidak ada perubahan pada generasi ini. Kemudian Mega Pro generasi 2 hadir sekitar tahun 2002-2005. Bedanya dari generasi pertama hanya pada penambahan elektrik starter, terlihat jelas pada motor starter di dekat tutup aki sebelah kiri dimana terlihat lebih penuh. Untuk body sendiri tidak terjadi perubahan, perubahan tampilan hanya terjadi pada striping yang lebih manis dan mencolok. Dan pada tahun 2004 keluar versi velg CW untuk Megapro generasi ini yang merupakan edisi terakhir dari generasi Megapro ini hingga 2005.


Megapro old electric starter


Megapro CW


Honda Megapro 160 Advance (Primus)


Kenapa Megapro generasi ini disebut dengan Megapro Primus? Yup... karena saat itu bintang iklan TVnya adalah Primus Yustisio, aktor dan bintang iklan yang lagi ngetrend kala itu gan. diluncurkan pada tahun 2006, walaupun memiliki nama Mega Pro Advance, tapi lebih dikenal dengan sebutan Mega Pro Primus. Terjadi perubahan pada body yang terlihat menyambung antara body tengah dan belakang. Tangki berubah sedikit lebih tinggi namun volume sedikit menurun. Perubahan lain pada tampak belakang dengan lampu model multireflektor dan perubahan pada dudukan behelnya. Perubahan desain pada Megapro ini saat itu karena penjualan motorsport Honda kesalip gan sama penjualan Suzuki Thunder 125 yang dulu sempet laris manis mengalahkan penjualan Megapro old, sehingga Honda terpaksa harus merevisi desain Megapro agar terlihat lebih fresh meski masih tetap memakai mesin yang sama dengan sebelumnya. Desain Megapro Primus ini untuk lampu belakang masih tetap dipakai hingga sekarang pada Honda Verza 150.

Kelemahan Megapro generasi ini yang sering dikeluhkan para pengguna adalah seringnya kampas kopling aus. Hal ini dikarenakan lemahnya daya dorong per kopling yang mengakibatkan kopling menjadi lebih sering tertekan yang mengakibatkan munculnya gesekan yang mempercepat keausan kampas kopling. Selain itu tangkinya lebih cepat sekali keropos ketimbang generasi sebelumnya .



Spesifikasi Honda Mega Pro Advance (Primus)

Dijual Tahun: 2006 - 2009

Mesin: 4-stroke, SOHC, 1 silinder
Diameter x langkah: 63.5 x 49.5 mm
Kapasitas mesin (volume langkah): 156.7cc (160)
Perbandingan kompresi: 9.0 : 1
Pendingin: udara
Max. power: 13.3 ps @ 8500 rpm
Max. torsi: 1.3 kgf.m @ 6000 rpm

Transmisi: 5-speed (1-N-2-3-4-5)
Kopling: manual, tipe basah dan plat majemuk
Battery/ accu: 12V - 5 Ah
Pengapian: DC - CDI, Battery
Starter: electric dan kick
Busi: ND X 24 EP - U9/MGK DP8 EA-9
Tangki bbm: 13,2 liter
Berat:
- 126 kg, tipe SW
- 127 kg, tipe CW

Dimensi:
Panjang x lebar x tinggi: 2034 x 754 x 1065 mm
Jarak sumbu roda: 1281 mm
Jarak ke tanah: 149 mm
Tinggi jok: 774 mm

Rangka: pola berlian (diamod style)
Suspensi:
- depan: teleskopik
- belakang: swing arm, double shockbreaker
Ban:
- depan: 2.75 - 18 42P
- belakang: 3.00 - 18 47P
Rem:
- depan: cakram hidrolik dengan piston ganda
- belakang: tromol


Honda New Megapro 150


Nah untuk generasi Honda New Megapro yang lahir di tahun 2010 ini, menurut banyak penggunanya mengalami penurunan akselerasi dari generasi Megapro sebelumnya karena generasi New Megapro memakai karburator jenis vakum. Memang sih tujuannya agar irit bensin, tetapi sejak Honda mengeluarkan generasi New Megapro, penjualan Megapro jadi tak selaris generasi sebelumnya. Bahkan di kalangan pedagang motor bekas, New Megapro ini sepi peminatnya tidak seperti Megapro generasi sebelumnya.

Meskipun dari segi mesin New Megapro ini mengalami penurunan volume silinder yang sebelumnya 160cc kini jadi 150cc, tapi Honda mengklaim mesin generasi ini lebih baik dari sebelumnya karena selain 100% baru dan minim getaran. Disamping itu Megapro generasi ini sudah menganut sistem monoshock dan speedometer digital. Diatas kertas power Megapro generasi ini lebih tinggi dari sebelumnya 13,7ps sedangkan Megapro Primus yang 160cc hanya 13,3ps.

Berikut spesifikasi New Megapro:
Mesin: 4-stroke, SOHC
Kapasitas (volume langkah): 149,2cc (150)
Diameter x langkah: 57,3 x 57,8 mm
Perbandingan kompresi: 9,5 : 1
Max. power: 13,7 ps @ 8500 rpm
Max. torsi: 1,31 kgf.m @ 6500 rpm
Pendingin: udara

Pengapian: DC – CDI Digital
Battery/ accu: MF battery, 12 V – 5 A.h
Kopling: manual, multiplate wet clutch
Starter: electric dan kick
Busi: NGK CPR8EA-9 / NGK CPR9EA-9
Kapasitas olie mesin: 1 liter
Tangki bbm: 12,2 liter
Berat:

- 136 kg (tipe Spoke)
- 134 kg (tipe CW)

Transmisi: 5-speed (1-N-2-3-4-5)

Dimensi:
Panjang x lebar x tinggi: 2.050 x 757 x 1.075 mm
Jarak sumbu roda: 1.313 mm
Jarak ke tanah: 152 mm

Rangka:
Rangka: pola berlian (diamond steel)
Suspensi:
- depan: teleskopik
- belakang: tunggal (monoshock) dapat disetel keras dan lembut

Ban:
- depan: 80/100 – 17 M/C 46P (tipe CW tubeless & tipe Spoke tube)
- belakang: 100/80 – 17 M/C 55P (tipe CW tubeless & tipe Spoke tube)
Rem:
- depan: cakram hidrolik dengan piston ganda
- belakang:
- tromol (tipe SW)
- cakram hidrolik dengan piston tunggal (tipe CW)

Pada tahun 2014, Honda memperkenalkan New Megapro FI dengan pengabut bahan bakar injeksi dan revisi pada penampilan cover tangki sehingga lebih enak dilihat. Dilihat dari detailnya sih New Megapro FI ini banyak yang berubah, misal knalpot lebih panjang dan footstep belakang model gantung.



Spesifikasi New Megapro FI:
Kapasitas mesin: 149,5 cc (150)
Bore x stroke: 57,3 x 57,84 mm
Rasio kompresi: 9,5 : 1
Max power: 9,8 kw (13,3 ps) @ 8500 rpm
Max torque: 12,3 nm (1,25 kgf.m) @ 6500 rpm
Sistem bahan bakar: Full Injection (FI)
Kopling: manual, multiplate, wet clutch with coil spring
Transmisi: 5-speed (1-N-2-3-4-5)
Starter: electric dan kick

Perlistrikan:
Battery (accu): 12v-3,5Ah
Busi: NGK CPR9EA-9
Pengapian: Full Transisterized

Dimensi:
Panjang x lebar x tinggi: 2052 x 742 x 1079 mm
Jarak sumbu roda: 1316 mm
Jarak ke tanah: 156 mm
Olie mesin: 1,0 liter (penggantian periodik)
Tangki bbm: 12,3 liter
Berat: 135 kg

Rangka: diamond
Suspensi:
- depan: telescopic
- belakang: swingarm, monoshock
Ban:
- depan: 80/100-17 M/C 46P
- belakang: 100/90-17 M/C 55P
Rem:
- depan: disc (cakram) hidraulik, double piston
- belakang: disc (cakram) hidraulik, single piston

Jika dilihat dari spesifikasinya, New Megapro FI ini mengalami penurunan power dari versi karbu, sebelumnya 13,7ps, kini hanya 13,3ps. Tapi yang sangat disayangkan dari hampir semua generasi Honda Pro series ini mulai jaman GL-Pro hingga Megapro selalu mengalami masalah pada tangki yang kerap bocor, mungkin material logam yang digunakan pada motor ini kurang baik, atau mungkin untuk menekan cost. Berbeda sekali dengan tangki kompetitor yang jarang mengalami masalah bocor. Inilah faktor minus dari motorsport keluaran Honda ini, tangkinya gak bisa awet gan.

Jika dilihat dari desain memang yang gak enak dilihat adalah desain setirnya yang terlalu tinggi, tidak lebar seperti saingannya Yamaha Byson yang lebih enak dilihat . Dan untuk kaki-kaki juga meskipun telah memakai ukuran 17 untuk depan dan belakang, tetapi bannya masih kurang lebar, tidak seperti Byson . Desain tutup tangki New Megapro ini masih terlihat jadul dan berbeda dari desain CB150 Dazzler yang beredar di India mungkin untuk mengurangi cost lagi. Atau bisa jadi desain tutup tangki sengaja dibuat jadul agar memudahkan dalam penggantian tangki yang katanya kerap bocor . Bisa jadi... Karena dari dulu Honda di Indonesia selalu melengkapi motorsportnya dengan fitur tangki bocor . Tapi info yang ane dapat untuk generasi New Megapro mulai 2011 ini Honda merevisi material logamnya sehingga lebih awet dari Megapro sebelumnya.





 SUMBER   : dari semua sumber di internet dan digabungkan menjadi satuu ;)  

Rabu, 16 September 2015

Mahasiswa Doyan Main Motor

Motor, kendaraan roda dua ini adalah kendaraan paling sering digunakan bahkan jumlahnya selalu bertambah tiap hari dalam jumlah jutaan unit. Motor sekarang tidak hanya menjadi gaya hidup,melainkan sudah menjadi kebutuhan. Saya dari dulu jaman SD sudah menyukai dunia otomotif spesialnya motor, dari motor ber -CC kecil seperti honda c70, yamaha 75,astrea grand,astrea prima,astrea star,supra x, vega ,dll ..sampai ber CC besar seperti Honda CB jadul, Megapro,Vixion,Satria FU,RX King,Ninja 2 tak,Ninja 4 tak, sudah ahli dan mahir dalam mengendarai semua jenis kendaraan tersebut. Bahkan motor matic seperti vespa,beat,mio,dll juga sudah pernah. Naik motor bagi saya adalah sebagai pelepas penat,apalagi ketika main gas, touring bisa melihat adat dan budaya tiap daerah yang berbeda, yang jelas memiliki rasa bangga tersendiri.

Hal yang istimewa bagi saya adalah ketika motor itu pada keadaan :
1.Bersih dan terawat

pada keadaan ini setiap orang akan senang dan nyaman melihat motor kita bersih . Dan otomatis menambah rasa PD kita dalam berkendara.

2.Memiliki motor yang tidak diproduksi masal lagi

dalam kasus ini adalah RX King, motor 135 cc ini tak bisa lepas dari motor jambret. Sejak diluncurkan tahun 1980 an, motor ini adalah legenda hidup bagi Indonesia. Ketika mencoba motor ini pada malam hari saya akui rasanya sangat berbeda dengan motor biasa, suaranya yang bila digas nguooookkkkk itu langsung membuat motor di depannya minggir. motor ini sangat menjadi primadona.
3.Memiliki motor mahal


salah satu motor mahal yang pernah saya coba adalah kawasaki ninja 250 R 2014 akhir. ketika mencobanya memng mesin2 silinder ini cukup membuat saya kewalahan,karena seakan akan mesinnya selalu minta dioper gigi nya. di jalananpun motor inimenjadi pusat perhatian karena saat itu harganya 58 juta OTR Karesidenan Solo.

SALAM SATU ASPAL



Rabu, 29 Juli 2015

Akhirnya Ketemu yang Cocok

Lama tidak buka blog ya bro :D akhirnya ada waktu luang untuk buat ngisi blog ini lagi. Oke kali ini mumpung libur semester,banyak waktu luang. Kebetulan hobby ane otomotif broo,termasuk touring. Kali ini ane bakal bahas masalah oli yang cocok buat kendaraan. Sebagai bikers sejati oli merupakan bagian terpenting dalam motor,karena oli ibarat manusia adalah aliran darah yang diperlukan untuk mengalirkan sari-sari makanan.Oli sendiri ada beberapa merk dan tingkat viskositas,ane pake HSX 125. Selama 3 tahun ane pake oli standart pabrikan AHM yaitu MPX1. Tapi setelah ane kuliah, kebetulan masih di Jawa sih di Semarang tepate,ane domisili di Boyolali. Kira-kira 109 km jaraknya. Sayangnya oli MPX1 menurut pengalaman ane ada beberapa kelemahan :
1.secara teori oli ini tahan sampai 4000 km,tapi karena ane termasuk orang perfectsionis baru 1500km an aja suara mesin udah berisik.
2.itu aja sii menurut pengalaman ane.

Mumpung liburan ini,ane touring dari Boyolali  ke Kudus,ke tempat seseorang yang istimewa ,wkwkwkwk. eh kembali fokus, sehari sebelumnya ane ganti oli pake pertamina enduro racing 4T, ane pake HSX 125 kapasitasnya 800 ml,eh adanya yang 1 liter. Jadi ane kurangin tuh,sisa 200ml ane bawa pulang .Harganya Rp.48.000,- sama ganti ban luar di Ahass barat bandara Adi Soemarmo Boyolali sama ganti kampas rem depan.  Sorenya ane ngambil begel belakang yang habis ane reparasi biar kinclong lagi. pas hari H ane dari Boyolali ke Kudus butuh waktu 3,5 jam, ane lewat Semarang, soalnya kalo lewat Purwodadi ane kagak berani broo kalo naik motor,naik mobil mah mending, soalnya isine alas alas tok wkwkwk. ooke kembali fokus.

Kelebihan pertamina enduro racing 4T 10W-40 menurut pengalaman ane :
1. Tarikan enteng
2.Responsif banget , apalagi kalo mesine tambah panas tambah galak ni tarikannya.
3. Suhu panas atau dingin cocok buat motor ane
4.mesin halus,irit BBM.
5.Kemaren pas ane perjalanan pulang di daerah Salatiga ada mio fino sama honda beat lagi pada balapan aje, yang depan yang fino , beatnya di belakang, ane geregeten broo orang nutupin jalan,kebetulan jalanan sepi,plus jalannya lurus ane gas aja gigi langsung masuk 4 gas penuh BBM pake pertamax langsung kesalip tuh 2 matic. ane liat dari spion mereka berdua ketinggalan jauh,kayak kaget kaget gituh :D pas ane lirik speedo ane tembus 115km/h dan itu mesin belum meraung dan masih bisa gaspol lagi tapi karena ane radak horor and dah pernah ngrasain tabrakkan itu sakit ,makane ane turunin speednya. kecepatan tertinggi ane pake HSX 135km/h dari tugu jam Boyolali ke arah Bangak, itu dulu pas HSX ane baru 1 bulan. wkwkwk :D
KESIMPULAN : Oli itu relatif kecocokannya untuk tiap biker,karena kebutuhan dan kondisi lingkungan juga berbeda.Akan tetapi perlu diperhatikan tingkat kekentalan oli atau viskositasnya misal 10W-40,20W-50,dll. Ane saranin kendaraan yang usianya kurang dari 5 tahun pake oli enecer karena celah antar bagian masih sempit. Oli pertamina enduro racing4T cocok buat motor ane,dan alhamdulilah kekurangannya kagak ada bro.

SOPAN DI JALAN , JANGAN URAKAN , ADALAH CERMIN ANDA PATUH LALU LINTAS DAN MEMILIKI SIM :D

Kamis, 19 Maret 2015

Napak Tilas Kota Kelahiran

PATI KOTA PARANORMAL

GEMERLAP DUIT DI KOTA GAIB



 Kota Pati adalah salah satu kota yang terletak di pesisir pulau jawa,kota ini adalah kota kelahiran saya pada era 1995. Kota ini terkenal sebagai kota yang identik dengan barang tak berwujud,maka tak heran banyak paranormal disini. Saya menceritakan sedikit mengenai pengalaman hidup saya, sejak saya kecil sebelum masuk tahjhun 2000 di Pati saaat itu ketika mbah saya masih hidup saya selalu ingat beliau selalu sholat wajib dan sunnah dan tak pernah ketinggalan. Selain itu,tak bisa dipungkiri lagi bahwa pada saat itu keluarga saya yang di Pati, istilah orang jawa memiliki "cekelan" ,yang entah darimana di dapatnya. Ada yang berwujud macan putih,cincin akik,kalung landak,dll yang semua itu diimbangi dengan hati yang suci serta agama dan iman yang kuat tertanam di jiwa ini. Ibu saya sendiri yang asli dari Pati,walaupun sudah berpindah ke kabupaten lain ikut ayah saya,tapi kebiasaan dari kecil yang taat beragama membuatnya tak hilang arah. Ada suatu problema di tahun 2003 ketika ibu saya masih beberapa tahun tinggal di daerah baru,beliau difitnah oleh salah seorang disana, saya masih sangat jelas teringat massa-masa itu ketika orang satu RT ikut melihat, mewirang-wirangkan, saat itu ibu saya tidak bersalah. Tapi tetap saja di fitnah seperti itu, jalan satu-satunya meminta pertolongab pada Allah SWT, dan beberapa warisan dari sesepuh mbah-mbah saya dari Pati. Tak ada 1 bulan,orang-orang yang ikut mendzalimi ibu saya mendapat affad/bencana dari perbuatan mereka. Saya menjadi saksi nyata atas terjadinya hal itu. Sekarang "cekelan" itu diwariskan pada saya, yang saya tak bisa sebutkan apa benda itu,yang jelas ini hanya digunakan ketika terdesak saja,ketika benar-benar hati ini terasa sakit,terlebih jika keterlaluan menyangkut soal nyawa pula. Maka tak heran,saya benar-benar berhati-hati menggunakan warisan dari sesepuh kami ini. oh iya,satu fakta unik adalah setiap orang pati memiliki ilmu masing-masing dalam artian cekelan atau kanuragan dan itu pasti,hampir 96% warga Pati memiliki,disisi lain disana aura kerohanian sangat kuat,agama yang kuat, maka tak heran kebatinannya pun juga kuat.

Bila ada kesempatan, berjalan-jalanlah ke Kota Pati Jawa Tengah. Di sini, dunia perdukunan alias “orang pintar” diakui sebagai budaya masyarakat yang umurnya setua peradaban Nusantara sendiri. Pemakai jasa mereka pun tak pernah surut jumlahnya.
 Pati sejak lama dikenal sebagai pusat dunia bisnis gaib. Kota ini kondang dikenal sebagai markas besar Paguyuban Paranormal Indonesia, yang dipimpin Eddy Rusmanto alias Boss Eddy. Wajah Kota Pati sebagai kota paranormal juga bisa dilihat dari maraknya baliho besar yang menawarkan jasa alternatif pemecahan masalah di beberapa sudut kota. Padahal, kota kecil dengan penduduk kurang dari seratus ribu jiwa ini semula lebih dikenal sebagai kota kaum pensiunan. Maklum, suasananya adem-ayem. Gerak industri yang bergema sampai di tingkat nasional hanyalah produk kacang garing dari dua perusahaan.
 Namun, Pati di setiap akhir pekan, ratusan tamu datang dari luar. Mereka adalah para pasien sejumlah paranormal yang buka praktek di situ. Dari mana sebetulnya datangnya paranormal ini? Ibarat industri dodol di Garut, satu laris yang lain ikut-ikutan, begitu pula yang terjadi di Pati. Satu-dua orang ngetop, yang lain ikut nongol. Menurut istilah mereka sendiri, hal tersebut bagian dari pengaderan. Namun, sesungguhnya munculnya paranormal di kota ini bukan kebetulan semata.
 Pati punya sejarah panjang dengan dunia gaib nan keramat. Misalnya, di kota ini ada makam tokoh-tokoh spiritualis kondang di Jawa, seperti Mutamakin, Syeh Jangkung, Saridin, Sunan Kalijogo, Sunan Jafar Sodiq (Sunan Kudus), dan Sunan Raden Mas Said (Sunan Muria). Selain itu, di kawasan Gunung Patiayam puluhan tahun lalu berdiri perguruan yang dipimpin Nyi Senggoropati. Tokoh yang sudah meninggal pada 1987 di usia 110 tahun ini merupakan guru bagi sebagian besar paranormal yang kini aktif berpraktek di Pati.
 Sekalipun bibit “orang sakti” bertaburan, praktis sampai sepuluh tahun lalu paranormal di kota ini masih menjalani kegiatan mereka dengan cara lama. Tahun 1992, pola ini mulai berubah dengan berdirinya Paguyuban Paranormal Indonesia dan Yayasan Swakarsa, yang sama-sama menghimpun paranormal. Paguyuban digerakkan oleh Boss Eddy, sementara Swakarsa oleh Ki Umar. Dalam perkembangannya, Paguyuban terlihat lebih menonjol, beranggotakan 6.000 orang, 1.300 orang di antaranya aktif berbisnis paranormal di berbagai daerah.
 Di Pati tercatat paranormal besar yang buka praktek ada 15 orang. Yang tergolong sukses besar ada tujuh orang: Boss Eddy, Mbak Har, Mbah Roso, Anisa Dewi, David Gombak, Dewi Sedap Malam, dan Jeng Asih. Mereka mulai menuai sukses pada tahun 1997. Ada beberapa faktor yang membuat nama mereka melambung. Pertama, kegiatan mereka mulai diliput oleh media klenik. Bersamaan dengan itu, mereka tak ragu lagi beriklan. Yang tak kalah penting, krisis ekonomi ikut meningkatkan jumlah pasien. Biasanya, saat itu para tamu datang minta tolong agar tak kehilangan jabatan, usaha laris, dan yang lainnya. Seiring dengan waktu, jasa alternatif yang mereka tawarkan pun kian beragam dengan nama-nama ajian yang menggelitik.
Rata-rata tempat hunian para dukun sukses ini paling mewah di lingkungannya. Rumah bertingkat, perabotan mewah, serta mobil berjejer di garasi. Boss Eddy, misalnya, setelah sukses bisa memiliki rumah produksi, pemancar radio FM, serta pabrik obat tradisional. Bos yang satu ini memang seperti tak akan kesulitan mendapatkan dana segar. Setiap hari, paling tidak ada kiriman Rp 10 juta via wesel dari pasien yang berobat jarak jauh. Angka itu belum terhitung pasien yang datang langsung.
 Rutinnya nama mereka menghiasi lembar iklan di media klenik juga bisa dijadikan ukuran kemakmuran. Dalam setahun, paling tidak seorang dukun sukses menganggarkan Rp 200 juta untuk belanja iklan. Angka ini biasanya merupakan 20 persen pendapatan total mereka. Alhasil, pukul rata pemasukan seorang dukun kondang setahunnya berkisar Rp 1 miliar.
 Meski tak memberikan pajak langsung, kegiatan paranormal ini terbukti menyulut kegairah perekonomian Pati. Bagai pulut, dukun-dukun kondang ini mampu mendatangkan banyak tamu dari luar daerah. Dulu jumlah hotel di sini hanya 15 buah. Saat ini sudah ada 22 hotel pelbagai kelas. Sebagian besar tamu hotel adalah juga klien paranormal. Tamu yang datang dari pelbagai kalangan, mulai pengusaha, artis, sampai pejabat.
 Maraknya bisnis klenik di Pati ini diakui Boss Eddy sangat membanggakan hatinya. Ia ingin Pati benar-benar jadi kota tujuan wisata spiritual seperti halnya Gunung Kawi di Jawa Timur. Bahkan ia tak menutupi hasratnya bila satu saat julukan kota paranormal resmi disandangkan pada Pati. Ninik L. Karim, psikolog dari Universitas Indonesia, menilai menjamurnya bisnis ini karena bertumpuknya soal yang tidak bisa lagi dijawab secara rasio, serta desakan kebutuhan. Rasa tak aman dalam hidup bagi sebagian orang perlu dicarikan jalan pintas alias mengunjungi paranormal. Menurut Cholil Bisri, pimpinan Pondok Pesantren Roudlatut Tholibien, Rembang, Jawa Tengah  setiap masalah punya pemecahan, tergantung seseorang memilih jalan terang atau sebaliknya. Ia menilai fenomena ini merupakan cerminan masyarakat yang resah, sekalipun begitu banyaknya paranormal sejatinya tak mendatangkan kerugian ataupun keuntungan. “Manfaat mereka, ya, untuk meramaikan isi dunia,” kata Cholil sebagaimana yang dilansir di sebuah media.
Mungkin betul, dunia butuh mereka. Saat semua jalan dirasa buntu, umbar janji dari paranormal bisa memberikan harapan dan hiburan tersendiri. Bagi sebagian orang, mendatangi paranormal dipercaya sebagai upaya paling manjur. Bagi yang tak percaya, paling tidak senyum bisa terbit kala membaca nama-nama ajaib aneka jampi yang ditawarkan para dukun.
 MEREKA YANG JADI PARANORMAL
Paranormal kini sudah jadi profesi. Kerja mereka bukan lagi sekadar kebajikan yang cukup dibalas dengan ucapan terima kasih. Beberapa tahun terakhir, kaum paranormal mulai menunjukkan bahwa pekerjaan ini bisa dijalankan secara profesional, memanfaatkan teknologi telepon seluler dan internet, serta mampu menjanjikan limpahan uang. Profil beberapa paranormal asal Pati di bawah ini adalah cermin dunia dukun yang sedang berubah. Inilah paranormal yang ada di Pati….
 Bos Eddy Panggilan Bos di depan namanya menunjukkan ketokohannya di jagat paranormal. Di lingkungan Paguyuban Paranormal Indonesia (PPI), Bos Eddy alias Eddy Rusmanto, 42 tahun, disebut sebagai Guru Besar. Sejumlah murid datang dan pergi, menimba ilmu di Padepokan Perhimpunan Alternatif Indonesia di Pati, yang dikelolanya selama ini. Lama dikenal sebagai paranormal yang mengubah citra dunia perdukunan menjadi profesi modern, Eddy menabrak konvensi lama bahwa dukun tidak boleh memasang tarif. Ia mempekerjakan empat staf yang dilengkapi lima unit komputer agar bisa melayani pasien secara maksimal. Terobosan lain adalah mengiklankan bisnisnya. Iklan merupakan bagian strategi. Suhartini alias Mbak Har adalahistri Eddy, yang juga paranormal. Eddy menghabiskan Rp 200 juta setahun untuk promosi. Belanja iklan ini menggambarkan penghasilannya. Sekali memasang susuk, ia bisa meraup Rp 2 juta hingga Rp 10 juta. Untuk pasien asing, tarif bisa melejit sampai angka Rp 50 juta hingga Rp 100 juta. Sukses di dunia perdukunan, Eddy melebarkan bisnisnya ke usaha farmasi, stasiun radio, permainan anak-anak, pasar swalayan mini, dan rumah produksi. Paranormal ini memusatkan semua bisnisnya di atas lahan seluas 2 hektare. Nilai aset usahanya sekitar Rp 6 miliar.
Bisnis miliaran ini ternyata berawal dari urusan sepele. Pada 1983, saat Eddy masih remaja tanggung, cintanya pernah ditolak seorang gadis. Terdorong sakit hati, Eddy mencari dukun tangguh yang akhirnya ia temukan di Pati. Kendati perbuatan itu membuatnya diusir dari rumah. Dalam enam bulan ia berhasil menguasai ilmu pelet. Eddy lalu berguru ke K.H. Chambali di Serang, Banten, selama tiga tahun hingga khatam ilmu kebal. Tak jelas apakah Eddy menggunakan ilmu pelet untuk meminang Mbak Har, gadis sekampung berwajah manis yang kini menjadi istrinya itu. Sejak 1986, Eddy resmi menjadi paranormal dan nekat membuka sebuah padepokan. Ayahnya yang dulu mengusirnya serta kakaknya pernah berguru kepada Eddy. Pasien Eddy berasal dari dalam dan luar negeri.  Bos Eddy semakin menggaungkan nama kota Pati karena mendirikan padepokan Senggoropati, di Jl Raya Pati – Gabus 1 A setiap hari tetap ramai dikunjungi pasien, baik yang ingin berobat alternatif maupun konsultasi spiritual.
Sejumlah murid yang digodok dari Padepokan Senggoropati, kini berkiprah dan melejit sebagai ahli metafisika kondang, beberapa di antaranya membuka sanggar dan praktik di Kota Pati.
Mbah Roso Sang Pangeran Pengasih, begitulah julukan Imam Suroso karena kemampuannya memberikan aji-aji pengasih. Kendati baru berusia 36 tahun, ia populer dengan sebutan Mbah Roso. Selain menjadi paranormal, Suroso menjalani profesi sebagai perwira menengah polisi yang bermarkas di Kepolisian Wilayah (Polwil) Pati, Jawa Tengah. Spesialisasi Suroso adalah menaklukkan hati orang, dari soal mengajuk hati atasan agar karir tak terancam, masalah jodoh, melariskan usaha, hingga merukunkan suami-istri. Senjata andalannya tentu bukan bedil atau gas air mata adalah Ilmu Puter Giling. Pasiennya terdiri atas pejabat, artis, dan pengusaha. Beberapa tokoh publik juga mengunjungi Suroso seraya meminta sang dukun merahasiakan identitas mereka. Kelompok ini biasanya meninggalkan kartu nama di ruang kerja Suroso setelah memberikan kode “RHS” alias rahasia di atas kartu tersebut. Suroso mengelola bisnisnya dengan cara modern: 10 orang pegawai membantu Suroso menangani administrasi dan keuangan. Di kantornya ada faksimile dan enam unit komputer yang dilengkapi internet dan e-mail?sebagian pasien memang berkonsultasi lewat e-mail. Ayah dua anak ini mewarisi kemampuan supernatural dari neneknya, Sugiyah salah satu dukun kondang di Pati pada 1976. Ia pernah mengajar di sebuah SMP di Pati selama dua tahun sebelum beralih profesi menjadi polisi. Ia memperdalam pengetahuannya pada Bos Eddy serta sejumlah kiai ternama, antara lain K.H. Sahal Mahfudz dan K.H. Mustafa Bisri. Pria yang rajin puasa mutih dan sudah menunaikan ibadah haji ini mengaku ilmunya tidak menyimpang dari ajaran agama Islam. Sejak 1990, dengan seizin atasannya di Polwil Pati, ia membuka praktek paranormal profesional di Padepokan Bumi Walisongo, Pati. Suroso meraup Rp 10 juta-Rp 12 juta per bulan dari praktek di Pati dan Jakarta.
 Jeng Asih Peralihan karir Suhartini alias Jeng Asih, 35 tahun, tidak tanggung-tanggung: dari seorang guru madrasah sanawiah, ia ber-“metamorfosis” menjadi “Ratu Susuk Indonesia” serta ahli membenahi organ seks kaum wanita. Dengan ramuannya, ia mengaku bisa “menyulap” perempuan separuh baya menjadi seolah perawan tingting. Istri Mbah Roso ini menggunakan susuk sebagai “senjata” andalannya. Dia menciptakan susuk multiguna dari baja, emas, dan bahan logam lainnya yang “diisi” dengan mantra dan doa untuk kecantikan, menambah potensi seksual pria, atau menangkal santet. Suhartini memperoleh kemampuan paranormal dari pamannya, Jupri, pada 1975. Ia juga berguru pada Bos Eddy. Profesi guru madrasah ia tanggalkan pada 1996 karena profesi paranormal memang lebih menjanjikan ketimbang pegawai negeri. Setiap kali berpraktek, Suhartini melayani 30-40 pasien, baik di Jakarta maupun di Pati. Tarif mahar alias imbalan yang dipatok Suhartini bergerak antara Rp 200 ribu dan Rp 1 juta. Setiap bulan wanita ini mengaku bisa mengantongi Rp 20 juta. Basis pendidikan agama Islam yang ia peroleh saat mondok di Pesantren Maslakul Huda milik K.H. Sahal Mahfudz dan pesantren K.H. Mustafa Bisri membuat Suhartini banyak menggali khazanah literer Islam untuk memperkaya kemampuan paranormalnya.
 Dewi Sedap Malam Krisis ekonomi tak hanya membuat orang lari ke dunia paranormal, tapi juga melahirkan paranormal. Siti Kasiyati, 48 tahun, adalah salah satu contohnya. Tadinya, wanita ini mencari rezeki sebagai kontraktor bangunan di Pati dan sekitarnya. Tatkala krisis ekonomi menghantam usahanya pada 1999, ibu tiga anak ini tidak kehilangan akal. Siti langsung “menyulap” dirinya menjadi ahli pengobatan alternatif. Spesialisasinya? Membenahi organ seksual kaum wanita. Usaha baru ini terbukti laris. Sejumlah pejabat wanita menjadi pelanggan tetapnya saban ia buka praktek di Hotel Mega, Jakarta Pusat. Siti Kasiyati alias Dewi Sedap Malam menarik bayaran antara Rp 500 ribu dan Rp 1,5 juta untuk setiap pasien. Sekali praktek di Pati, Kudus, atau Jakarta, Dewi bisa mengantongi Rp 5 juta. Wanita ini juga melayani pengobatan jarak jauh. Ia mengaku menerima sekitar 55 pucuk surat dari pasiennya dari Papua, Ambon, Makassar, Bandung, Medan, dan juga dari Hong Kong, Taiwan, dan Australia setiap hari. Kakak kandung Mbah Roso ini sudah mahir memijat saraf dan meramu jamu sejak 1971. Saat bisnis konstruksinya terhantam krisis, Suroso mendesaknya beralih profesi–pilihan yang terbukti tidak keliru.
 David Gombak Bermodalkan ijazah SMU, David Iman Kristian, 45 tahun, pernah bekerja serabutan dan menjadi sopir angkutan. Ia juga sempat menjadi pemadat dan hidup dengan cara tidak keruan. Suatu ketika, seorang perempuan tua yang menumpang mobil angkutannya tersentuh melihat keadaan David. Wanita itu, Nyonya Senggoropati, kemudian memberinya ilmu linuih. “Ilmu ini bisa dijadikan duit,” David menirukan ucapan nyonya itu kepadanya. Singkat cerita, David kemudian berguru pada si Nyonya: ia menguasai aneka aji pengasih, ilmu putih, bahkan ilmu hitam. Tapi, hingga gurunya wafat, David tak kunjung mampu menggunakan ilmunya untuk mencari duit. Pertemuannya dengan seorang wartawan majalah klenik di Surabaya pada 1992 mengubah jalan hidup paranormal ini. Wartawan itulah yang “membaptisnya” menjadi paranormal profesional. Sejak saat itu, nama David Iman Kristian diubahnya menjadi David Gombak. Nama terakhir ini adalah julukan bagi keturunan Cina yang punya kelebihan. Lalu, apa kelebihannya sebagai dukun? Ia menguasai ilmu Lamuran Anjasmara yang dipercaya dapat mempertahankan kondisi fisik seseorang. Sekitar 60 persen pemakai Lamuran Anjasmara adalah pesohor yang sering kita lihat di televisi. Kini ucapan mendiang gurunya sudah terbukti. Setiap bulan ia mengaku memperoleh jutaan rupiah dari praktek keliling di beberapa kota besar. Separuh penghasilannya ia gunakan untuk membayar iklan di media massa.
 Mbah Yitno Pensiunan pegawai negeri ini masih tipikal dukun masa lalu yang pantang meminta bayaran. Prayitno (nama lengkap Mbah Yitno), 56 tahun, tak mematok tarif jasanya. Berapa pun pemberian pasien dia terima. Tak mengherankan, dia lebih sering menerima uang pas sebesar Rp 10 ribu atau Rp 20 ribu di tempat prakteknya di Kampung Dosuman, Kelurahan Pati Timur. Yitno hanya meminta pasiennya membayar bila servis yang dia berikan adalah pemasangan susuk?yang harga materinya memang mahal. Pasien Prayitno tersebar hingga jauh ke luar Pati. Namun, teknologi komunikasi modern memungkinkan Yitno membaca mantra dari jarak ribuan kilometer dengan medium (segelas air putih). Soal jodoh, karir, usaha, dan keturunan adalah spesialisasinya sejak Prayitno menjadi paranormal pada 1991. (Sumber:  TEMPO dan berbagai sumber lain di media massa).
  @wongalus,2010