Rabu, 29 Juli 2015

Akhirnya Ketemu yang Cocok

Lama tidak buka blog ya bro :D akhirnya ada waktu luang untuk buat ngisi blog ini lagi. Oke kali ini mumpung libur semester,banyak waktu luang. Kebetulan hobby ane otomotif broo,termasuk touring. Kali ini ane bakal bahas masalah oli yang cocok buat kendaraan. Sebagai bikers sejati oli merupakan bagian terpenting dalam motor,karena oli ibarat manusia adalah aliran darah yang diperlukan untuk mengalirkan sari-sari makanan.Oli sendiri ada beberapa merk dan tingkat viskositas,ane pake HSX 125. Selama 3 tahun ane pake oli standart pabrikan AHM yaitu MPX1. Tapi setelah ane kuliah, kebetulan masih di Jawa sih di Semarang tepate,ane domisili di Boyolali. Kira-kira 109 km jaraknya. Sayangnya oli MPX1 menurut pengalaman ane ada beberapa kelemahan :
1.secara teori oli ini tahan sampai 4000 km,tapi karena ane termasuk orang perfectsionis baru 1500km an aja suara mesin udah berisik.
2.itu aja sii menurut pengalaman ane.

Mumpung liburan ini,ane touring dari Boyolali  ke Kudus,ke tempat seseorang yang istimewa ,wkwkwkwk. eh kembali fokus, sehari sebelumnya ane ganti oli pake pertamina enduro racing 4T, ane pake HSX 125 kapasitasnya 800 ml,eh adanya yang 1 liter. Jadi ane kurangin tuh,sisa 200ml ane bawa pulang .Harganya Rp.48.000,- sama ganti ban luar di Ahass barat bandara Adi Soemarmo Boyolali sama ganti kampas rem depan.  Sorenya ane ngambil begel belakang yang habis ane reparasi biar kinclong lagi. pas hari H ane dari Boyolali ke Kudus butuh waktu 3,5 jam, ane lewat Semarang, soalnya kalo lewat Purwodadi ane kagak berani broo kalo naik motor,naik mobil mah mending, soalnya isine alas alas tok wkwkwk. ooke kembali fokus.

Kelebihan pertamina enduro racing 4T 10W-40 menurut pengalaman ane :
1. Tarikan enteng
2.Responsif banget , apalagi kalo mesine tambah panas tambah galak ni tarikannya.
3. Suhu panas atau dingin cocok buat motor ane
4.mesin halus,irit BBM.
5.Kemaren pas ane perjalanan pulang di daerah Salatiga ada mio fino sama honda beat lagi pada balapan aje, yang depan yang fino , beatnya di belakang, ane geregeten broo orang nutupin jalan,kebetulan jalanan sepi,plus jalannya lurus ane gas aja gigi langsung masuk 4 gas penuh BBM pake pertamax langsung kesalip tuh 2 matic. ane liat dari spion mereka berdua ketinggalan jauh,kayak kaget kaget gituh :D pas ane lirik speedo ane tembus 115km/h dan itu mesin belum meraung dan masih bisa gaspol lagi tapi karena ane radak horor and dah pernah ngrasain tabrakkan itu sakit ,makane ane turunin speednya. kecepatan tertinggi ane pake HSX 135km/h dari tugu jam Boyolali ke arah Bangak, itu dulu pas HSX ane baru 1 bulan. wkwkwk :D
KESIMPULAN : Oli itu relatif kecocokannya untuk tiap biker,karena kebutuhan dan kondisi lingkungan juga berbeda.Akan tetapi perlu diperhatikan tingkat kekentalan oli atau viskositasnya misal 10W-40,20W-50,dll. Ane saranin kendaraan yang usianya kurang dari 5 tahun pake oli enecer karena celah antar bagian masih sempit. Oli pertamina enduro racing4T cocok buat motor ane,dan alhamdulilah kekurangannya kagak ada bro.

SOPAN DI JALAN , JANGAN URAKAN , ADALAH CERMIN ANDA PATUH LALU LINTAS DAN MEMILIKI SIM :D

Kamis, 19 Maret 2015

Napak Tilas Kota Kelahiran

PATI KOTA PARANORMAL

GEMERLAP DUIT DI KOTA GAIB



 Kota Pati adalah salah satu kota yang terletak di pesisir pulau jawa,kota ini adalah kota kelahiran saya pada era 1995. Kota ini terkenal sebagai kota yang identik dengan barang tak berwujud,maka tak heran banyak paranormal disini. Saya menceritakan sedikit mengenai pengalaman hidup saya, sejak saya kecil sebelum masuk tahjhun 2000 di Pati saaat itu ketika mbah saya masih hidup saya selalu ingat beliau selalu sholat wajib dan sunnah dan tak pernah ketinggalan. Selain itu,tak bisa dipungkiri lagi bahwa pada saat itu keluarga saya yang di Pati, istilah orang jawa memiliki "cekelan" ,yang entah darimana di dapatnya. Ada yang berwujud macan putih,cincin akik,kalung landak,dll yang semua itu diimbangi dengan hati yang suci serta agama dan iman yang kuat tertanam di jiwa ini. Ibu saya sendiri yang asli dari Pati,walaupun sudah berpindah ke kabupaten lain ikut ayah saya,tapi kebiasaan dari kecil yang taat beragama membuatnya tak hilang arah. Ada suatu problema di tahun 2003 ketika ibu saya masih beberapa tahun tinggal di daerah baru,beliau difitnah oleh salah seorang disana, saya masih sangat jelas teringat massa-masa itu ketika orang satu RT ikut melihat, mewirang-wirangkan, saat itu ibu saya tidak bersalah. Tapi tetap saja di fitnah seperti itu, jalan satu-satunya meminta pertolongab pada Allah SWT, dan beberapa warisan dari sesepuh mbah-mbah saya dari Pati. Tak ada 1 bulan,orang-orang yang ikut mendzalimi ibu saya mendapat affad/bencana dari perbuatan mereka. Saya menjadi saksi nyata atas terjadinya hal itu. Sekarang "cekelan" itu diwariskan pada saya, yang saya tak bisa sebutkan apa benda itu,yang jelas ini hanya digunakan ketika terdesak saja,ketika benar-benar hati ini terasa sakit,terlebih jika keterlaluan menyangkut soal nyawa pula. Maka tak heran,saya benar-benar berhati-hati menggunakan warisan dari sesepuh kami ini. oh iya,satu fakta unik adalah setiap orang pati memiliki ilmu masing-masing dalam artian cekelan atau kanuragan dan itu pasti,hampir 96% warga Pati memiliki,disisi lain disana aura kerohanian sangat kuat,agama yang kuat, maka tak heran kebatinannya pun juga kuat.

Bila ada kesempatan, berjalan-jalanlah ke Kota Pati Jawa Tengah. Di sini, dunia perdukunan alias “orang pintar” diakui sebagai budaya masyarakat yang umurnya setua peradaban Nusantara sendiri. Pemakai jasa mereka pun tak pernah surut jumlahnya.
 Pati sejak lama dikenal sebagai pusat dunia bisnis gaib. Kota ini kondang dikenal sebagai markas besar Paguyuban Paranormal Indonesia, yang dipimpin Eddy Rusmanto alias Boss Eddy. Wajah Kota Pati sebagai kota paranormal juga bisa dilihat dari maraknya baliho besar yang menawarkan jasa alternatif pemecahan masalah di beberapa sudut kota. Padahal, kota kecil dengan penduduk kurang dari seratus ribu jiwa ini semula lebih dikenal sebagai kota kaum pensiunan. Maklum, suasananya adem-ayem. Gerak industri yang bergema sampai di tingkat nasional hanyalah produk kacang garing dari dua perusahaan.
 Namun, Pati di setiap akhir pekan, ratusan tamu datang dari luar. Mereka adalah para pasien sejumlah paranormal yang buka praktek di situ. Dari mana sebetulnya datangnya paranormal ini? Ibarat industri dodol di Garut, satu laris yang lain ikut-ikutan, begitu pula yang terjadi di Pati. Satu-dua orang ngetop, yang lain ikut nongol. Menurut istilah mereka sendiri, hal tersebut bagian dari pengaderan. Namun, sesungguhnya munculnya paranormal di kota ini bukan kebetulan semata.
 Pati punya sejarah panjang dengan dunia gaib nan keramat. Misalnya, di kota ini ada makam tokoh-tokoh spiritualis kondang di Jawa, seperti Mutamakin, Syeh Jangkung, Saridin, Sunan Kalijogo, Sunan Jafar Sodiq (Sunan Kudus), dan Sunan Raden Mas Said (Sunan Muria). Selain itu, di kawasan Gunung Patiayam puluhan tahun lalu berdiri perguruan yang dipimpin Nyi Senggoropati. Tokoh yang sudah meninggal pada 1987 di usia 110 tahun ini merupakan guru bagi sebagian besar paranormal yang kini aktif berpraktek di Pati.
 Sekalipun bibit “orang sakti” bertaburan, praktis sampai sepuluh tahun lalu paranormal di kota ini masih menjalani kegiatan mereka dengan cara lama. Tahun 1992, pola ini mulai berubah dengan berdirinya Paguyuban Paranormal Indonesia dan Yayasan Swakarsa, yang sama-sama menghimpun paranormal. Paguyuban digerakkan oleh Boss Eddy, sementara Swakarsa oleh Ki Umar. Dalam perkembangannya, Paguyuban terlihat lebih menonjol, beranggotakan 6.000 orang, 1.300 orang di antaranya aktif berbisnis paranormal di berbagai daerah.
 Di Pati tercatat paranormal besar yang buka praktek ada 15 orang. Yang tergolong sukses besar ada tujuh orang: Boss Eddy, Mbak Har, Mbah Roso, Anisa Dewi, David Gombak, Dewi Sedap Malam, dan Jeng Asih. Mereka mulai menuai sukses pada tahun 1997. Ada beberapa faktor yang membuat nama mereka melambung. Pertama, kegiatan mereka mulai diliput oleh media klenik. Bersamaan dengan itu, mereka tak ragu lagi beriklan. Yang tak kalah penting, krisis ekonomi ikut meningkatkan jumlah pasien. Biasanya, saat itu para tamu datang minta tolong agar tak kehilangan jabatan, usaha laris, dan yang lainnya. Seiring dengan waktu, jasa alternatif yang mereka tawarkan pun kian beragam dengan nama-nama ajian yang menggelitik.
Rata-rata tempat hunian para dukun sukses ini paling mewah di lingkungannya. Rumah bertingkat, perabotan mewah, serta mobil berjejer di garasi. Boss Eddy, misalnya, setelah sukses bisa memiliki rumah produksi, pemancar radio FM, serta pabrik obat tradisional. Bos yang satu ini memang seperti tak akan kesulitan mendapatkan dana segar. Setiap hari, paling tidak ada kiriman Rp 10 juta via wesel dari pasien yang berobat jarak jauh. Angka itu belum terhitung pasien yang datang langsung.
 Rutinnya nama mereka menghiasi lembar iklan di media klenik juga bisa dijadikan ukuran kemakmuran. Dalam setahun, paling tidak seorang dukun sukses menganggarkan Rp 200 juta untuk belanja iklan. Angka ini biasanya merupakan 20 persen pendapatan total mereka. Alhasil, pukul rata pemasukan seorang dukun kondang setahunnya berkisar Rp 1 miliar.
 Meski tak memberikan pajak langsung, kegiatan paranormal ini terbukti menyulut kegairah perekonomian Pati. Bagai pulut, dukun-dukun kondang ini mampu mendatangkan banyak tamu dari luar daerah. Dulu jumlah hotel di sini hanya 15 buah. Saat ini sudah ada 22 hotel pelbagai kelas. Sebagian besar tamu hotel adalah juga klien paranormal. Tamu yang datang dari pelbagai kalangan, mulai pengusaha, artis, sampai pejabat.
 Maraknya bisnis klenik di Pati ini diakui Boss Eddy sangat membanggakan hatinya. Ia ingin Pati benar-benar jadi kota tujuan wisata spiritual seperti halnya Gunung Kawi di Jawa Timur. Bahkan ia tak menutupi hasratnya bila satu saat julukan kota paranormal resmi disandangkan pada Pati. Ninik L. Karim, psikolog dari Universitas Indonesia, menilai menjamurnya bisnis ini karena bertumpuknya soal yang tidak bisa lagi dijawab secara rasio, serta desakan kebutuhan. Rasa tak aman dalam hidup bagi sebagian orang perlu dicarikan jalan pintas alias mengunjungi paranormal. Menurut Cholil Bisri, pimpinan Pondok Pesantren Roudlatut Tholibien, Rembang, Jawa Tengah  setiap masalah punya pemecahan, tergantung seseorang memilih jalan terang atau sebaliknya. Ia menilai fenomena ini merupakan cerminan masyarakat yang resah, sekalipun begitu banyaknya paranormal sejatinya tak mendatangkan kerugian ataupun keuntungan. “Manfaat mereka, ya, untuk meramaikan isi dunia,” kata Cholil sebagaimana yang dilansir di sebuah media.
Mungkin betul, dunia butuh mereka. Saat semua jalan dirasa buntu, umbar janji dari paranormal bisa memberikan harapan dan hiburan tersendiri. Bagi sebagian orang, mendatangi paranormal dipercaya sebagai upaya paling manjur. Bagi yang tak percaya, paling tidak senyum bisa terbit kala membaca nama-nama ajaib aneka jampi yang ditawarkan para dukun.
 MEREKA YANG JADI PARANORMAL
Paranormal kini sudah jadi profesi. Kerja mereka bukan lagi sekadar kebajikan yang cukup dibalas dengan ucapan terima kasih. Beberapa tahun terakhir, kaum paranormal mulai menunjukkan bahwa pekerjaan ini bisa dijalankan secara profesional, memanfaatkan teknologi telepon seluler dan internet, serta mampu menjanjikan limpahan uang. Profil beberapa paranormal asal Pati di bawah ini adalah cermin dunia dukun yang sedang berubah. Inilah paranormal yang ada di Pati….
 Bos Eddy Panggilan Bos di depan namanya menunjukkan ketokohannya di jagat paranormal. Di lingkungan Paguyuban Paranormal Indonesia (PPI), Bos Eddy alias Eddy Rusmanto, 42 tahun, disebut sebagai Guru Besar. Sejumlah murid datang dan pergi, menimba ilmu di Padepokan Perhimpunan Alternatif Indonesia di Pati, yang dikelolanya selama ini. Lama dikenal sebagai paranormal yang mengubah citra dunia perdukunan menjadi profesi modern, Eddy menabrak konvensi lama bahwa dukun tidak boleh memasang tarif. Ia mempekerjakan empat staf yang dilengkapi lima unit komputer agar bisa melayani pasien secara maksimal. Terobosan lain adalah mengiklankan bisnisnya. Iklan merupakan bagian strategi. Suhartini alias Mbak Har adalahistri Eddy, yang juga paranormal. Eddy menghabiskan Rp 200 juta setahun untuk promosi. Belanja iklan ini menggambarkan penghasilannya. Sekali memasang susuk, ia bisa meraup Rp 2 juta hingga Rp 10 juta. Untuk pasien asing, tarif bisa melejit sampai angka Rp 50 juta hingga Rp 100 juta. Sukses di dunia perdukunan, Eddy melebarkan bisnisnya ke usaha farmasi, stasiun radio, permainan anak-anak, pasar swalayan mini, dan rumah produksi. Paranormal ini memusatkan semua bisnisnya di atas lahan seluas 2 hektare. Nilai aset usahanya sekitar Rp 6 miliar.
Bisnis miliaran ini ternyata berawal dari urusan sepele. Pada 1983, saat Eddy masih remaja tanggung, cintanya pernah ditolak seorang gadis. Terdorong sakit hati, Eddy mencari dukun tangguh yang akhirnya ia temukan di Pati. Kendati perbuatan itu membuatnya diusir dari rumah. Dalam enam bulan ia berhasil menguasai ilmu pelet. Eddy lalu berguru ke K.H. Chambali di Serang, Banten, selama tiga tahun hingga khatam ilmu kebal. Tak jelas apakah Eddy menggunakan ilmu pelet untuk meminang Mbak Har, gadis sekampung berwajah manis yang kini menjadi istrinya itu. Sejak 1986, Eddy resmi menjadi paranormal dan nekat membuka sebuah padepokan. Ayahnya yang dulu mengusirnya serta kakaknya pernah berguru kepada Eddy. Pasien Eddy berasal dari dalam dan luar negeri.  Bos Eddy semakin menggaungkan nama kota Pati karena mendirikan padepokan Senggoropati, di Jl Raya Pati – Gabus 1 A setiap hari tetap ramai dikunjungi pasien, baik yang ingin berobat alternatif maupun konsultasi spiritual.
Sejumlah murid yang digodok dari Padepokan Senggoropati, kini berkiprah dan melejit sebagai ahli metafisika kondang, beberapa di antaranya membuka sanggar dan praktik di Kota Pati.
Mbah Roso Sang Pangeran Pengasih, begitulah julukan Imam Suroso karena kemampuannya memberikan aji-aji pengasih. Kendati baru berusia 36 tahun, ia populer dengan sebutan Mbah Roso. Selain menjadi paranormal, Suroso menjalani profesi sebagai perwira menengah polisi yang bermarkas di Kepolisian Wilayah (Polwil) Pati, Jawa Tengah. Spesialisasi Suroso adalah menaklukkan hati orang, dari soal mengajuk hati atasan agar karir tak terancam, masalah jodoh, melariskan usaha, hingga merukunkan suami-istri. Senjata andalannya tentu bukan bedil atau gas air mata adalah Ilmu Puter Giling. Pasiennya terdiri atas pejabat, artis, dan pengusaha. Beberapa tokoh publik juga mengunjungi Suroso seraya meminta sang dukun merahasiakan identitas mereka. Kelompok ini biasanya meninggalkan kartu nama di ruang kerja Suroso setelah memberikan kode “RHS” alias rahasia di atas kartu tersebut. Suroso mengelola bisnisnya dengan cara modern: 10 orang pegawai membantu Suroso menangani administrasi dan keuangan. Di kantornya ada faksimile dan enam unit komputer yang dilengkapi internet dan e-mail?sebagian pasien memang berkonsultasi lewat e-mail. Ayah dua anak ini mewarisi kemampuan supernatural dari neneknya, Sugiyah salah satu dukun kondang di Pati pada 1976. Ia pernah mengajar di sebuah SMP di Pati selama dua tahun sebelum beralih profesi menjadi polisi. Ia memperdalam pengetahuannya pada Bos Eddy serta sejumlah kiai ternama, antara lain K.H. Sahal Mahfudz dan K.H. Mustafa Bisri. Pria yang rajin puasa mutih dan sudah menunaikan ibadah haji ini mengaku ilmunya tidak menyimpang dari ajaran agama Islam. Sejak 1990, dengan seizin atasannya di Polwil Pati, ia membuka praktek paranormal profesional di Padepokan Bumi Walisongo, Pati. Suroso meraup Rp 10 juta-Rp 12 juta per bulan dari praktek di Pati dan Jakarta.
 Jeng Asih Peralihan karir Suhartini alias Jeng Asih, 35 tahun, tidak tanggung-tanggung: dari seorang guru madrasah sanawiah, ia ber-“metamorfosis” menjadi “Ratu Susuk Indonesia” serta ahli membenahi organ seks kaum wanita. Dengan ramuannya, ia mengaku bisa “menyulap” perempuan separuh baya menjadi seolah perawan tingting. Istri Mbah Roso ini menggunakan susuk sebagai “senjata” andalannya. Dia menciptakan susuk multiguna dari baja, emas, dan bahan logam lainnya yang “diisi” dengan mantra dan doa untuk kecantikan, menambah potensi seksual pria, atau menangkal santet. Suhartini memperoleh kemampuan paranormal dari pamannya, Jupri, pada 1975. Ia juga berguru pada Bos Eddy. Profesi guru madrasah ia tanggalkan pada 1996 karena profesi paranormal memang lebih menjanjikan ketimbang pegawai negeri. Setiap kali berpraktek, Suhartini melayani 30-40 pasien, baik di Jakarta maupun di Pati. Tarif mahar alias imbalan yang dipatok Suhartini bergerak antara Rp 200 ribu dan Rp 1 juta. Setiap bulan wanita ini mengaku bisa mengantongi Rp 20 juta. Basis pendidikan agama Islam yang ia peroleh saat mondok di Pesantren Maslakul Huda milik K.H. Sahal Mahfudz dan pesantren K.H. Mustafa Bisri membuat Suhartini banyak menggali khazanah literer Islam untuk memperkaya kemampuan paranormalnya.
 Dewi Sedap Malam Krisis ekonomi tak hanya membuat orang lari ke dunia paranormal, tapi juga melahirkan paranormal. Siti Kasiyati, 48 tahun, adalah salah satu contohnya. Tadinya, wanita ini mencari rezeki sebagai kontraktor bangunan di Pati dan sekitarnya. Tatkala krisis ekonomi menghantam usahanya pada 1999, ibu tiga anak ini tidak kehilangan akal. Siti langsung “menyulap” dirinya menjadi ahli pengobatan alternatif. Spesialisasinya? Membenahi organ seksual kaum wanita. Usaha baru ini terbukti laris. Sejumlah pejabat wanita menjadi pelanggan tetapnya saban ia buka praktek di Hotel Mega, Jakarta Pusat. Siti Kasiyati alias Dewi Sedap Malam menarik bayaran antara Rp 500 ribu dan Rp 1,5 juta untuk setiap pasien. Sekali praktek di Pati, Kudus, atau Jakarta, Dewi bisa mengantongi Rp 5 juta. Wanita ini juga melayani pengobatan jarak jauh. Ia mengaku menerima sekitar 55 pucuk surat dari pasiennya dari Papua, Ambon, Makassar, Bandung, Medan, dan juga dari Hong Kong, Taiwan, dan Australia setiap hari. Kakak kandung Mbah Roso ini sudah mahir memijat saraf dan meramu jamu sejak 1971. Saat bisnis konstruksinya terhantam krisis, Suroso mendesaknya beralih profesi–pilihan yang terbukti tidak keliru.
 David Gombak Bermodalkan ijazah SMU, David Iman Kristian, 45 tahun, pernah bekerja serabutan dan menjadi sopir angkutan. Ia juga sempat menjadi pemadat dan hidup dengan cara tidak keruan. Suatu ketika, seorang perempuan tua yang menumpang mobil angkutannya tersentuh melihat keadaan David. Wanita itu, Nyonya Senggoropati, kemudian memberinya ilmu linuih. “Ilmu ini bisa dijadikan duit,” David menirukan ucapan nyonya itu kepadanya. Singkat cerita, David kemudian berguru pada si Nyonya: ia menguasai aneka aji pengasih, ilmu putih, bahkan ilmu hitam. Tapi, hingga gurunya wafat, David tak kunjung mampu menggunakan ilmunya untuk mencari duit. Pertemuannya dengan seorang wartawan majalah klenik di Surabaya pada 1992 mengubah jalan hidup paranormal ini. Wartawan itulah yang “membaptisnya” menjadi paranormal profesional. Sejak saat itu, nama David Iman Kristian diubahnya menjadi David Gombak. Nama terakhir ini adalah julukan bagi keturunan Cina yang punya kelebihan. Lalu, apa kelebihannya sebagai dukun? Ia menguasai ilmu Lamuran Anjasmara yang dipercaya dapat mempertahankan kondisi fisik seseorang. Sekitar 60 persen pemakai Lamuran Anjasmara adalah pesohor yang sering kita lihat di televisi. Kini ucapan mendiang gurunya sudah terbukti. Setiap bulan ia mengaku memperoleh jutaan rupiah dari praktek keliling di beberapa kota besar. Separuh penghasilannya ia gunakan untuk membayar iklan di media massa.
 Mbah Yitno Pensiunan pegawai negeri ini masih tipikal dukun masa lalu yang pantang meminta bayaran. Prayitno (nama lengkap Mbah Yitno), 56 tahun, tak mematok tarif jasanya. Berapa pun pemberian pasien dia terima. Tak mengherankan, dia lebih sering menerima uang pas sebesar Rp 10 ribu atau Rp 20 ribu di tempat prakteknya di Kampung Dosuman, Kelurahan Pati Timur. Yitno hanya meminta pasiennya membayar bila servis yang dia berikan adalah pemasangan susuk?yang harga materinya memang mahal. Pasien Prayitno tersebar hingga jauh ke luar Pati. Namun, teknologi komunikasi modern memungkinkan Yitno membaca mantra dari jarak ribuan kilometer dengan medium (segelas air putih). Soal jodoh, karir, usaha, dan keturunan adalah spesialisasinya sejak Prayitno menjadi paranormal pada 1991. (Sumber:  TEMPO dan berbagai sumber lain di media massa).
  @wongalus,2010

Sabtu, 07 Februari 2015

Beasiswa Data Print

Di kalangan mahasiswa/pelajar yang namanya beasiswa tidak dipungkiri memang sangatlah didambakan. Beasiswa itu sendiri sangat berguna untuk menunjang kegiatan perkuliahan/sekolah serta untuk menaikkan presatasi anak bangasa ini.Banyak sekali jenis-jenis beasiswa yang ditawarkan,misal dari DIKTI,DJARUM,FOUNDATION,BUMN,BNI 46,BRI,BCA,DLL. Dimana beasiswa itu sendiri melalui serangkaian seleksi yang dilakukan sebagai syarat administrasi serta untuk menemukan bibit-bibit bangsa yang unggul. Beasiswa DATA PRINT adalah salah satu beasiswa yang ditawarkan oleh pabrikan pengisi tinta printer yang namanya tidakn asing lagi di Indonesia.
Berikut profil DATA PRINT serta syarat-syarat untuk memperoleh beasiswa :

Program beasiswa DataPrint telah memasuki tahun keempat. Setelah sukses mengadakan program beasiswa di tahun 2011 hingga 2013, maka DataPrint kembali membuat program beasiswa bagi penggunanya yang berstatus pelajar dan mahasiswa.  Hingga saat ini lebih dari 1000 beasiswa telah diberikan bagi penggunanya.

Di tahun 2014 sebanyak 700 beasiswa akan diberikan bagi pendaftar yang terseleksi. Program beasiswa dibagi dalam dua periode. Tidak ada sistem kuota berdasarkan daerah dan atau sekolah/perguruan tinggi. Hal ini bertujuan agar beasiswa dapat diterima secara merata bagi seluruh pengguna DataPrint.  Beasiswa terbagi dalam tiga nominal yaitu Rp 250 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 1 juta. Dana beasiswa akan diberikan satu kali bagi peserta yang lolos penilaian. Aspek penilaian berdasarkan dari essay, prestasi dan keaktifan peserta.
Beasiswa yang dibagikan diharapkan dapat meringankan biaya pendidikan sekaligus mendorong penerima beasiswa untuk lebih berprestasi. Jadi, segera daftarkan diri kamu, klik kolom PENDAFTARAN.
Like dan follow DataPrint di page DataPrint Indonesia dan @dataprintindo .
Pendaftaran periode 1 : 10 Februari – 30 Juni 2015
Pengumuman                : 10 Juli 2015

Pendaftaran periode 2   : 1 Juli – 25 Desember 2015
Pengumuman                : 13 Januari 2016

PERIODE
JUMLAH PENERIMA BEASISWA
@ Rp 1.000.000 @ Rp 500.000 @ Rp 250.000
Periode 1
50 orang
50 orang
150 orang
Periode 2
50 orang
50 orang
150 orang

Jumat, 16 Januari 2015

Profil Perusahaan


 PT Perikanan Nusantara (Persero) dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 1998 dan merupakan hasil penggabungan  dari  empat  BUMN   yang   bergerak   di   bidang perikanan, yaitu PT Usaha Mina (Persero), PT Perikani (Persero),   PT Tirta Raya Mina (Persero), dan PT Perikanan Samodra Besar (Persero). Penggabungan tersebut dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa pada tanggal 27 Oktober 2005 dan dinyatakan dalam Akte Notaris Nomor 8 dan Nomor 9 tanggal 8 Mei 2006 yang dibuat dihadapan Notaris Muhammad Hanafi, SH di Jakarta. Perusahaan telah terdaftar secara resmi sejak keluarnya Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor C-16842.HT.01.04. Tahun 2006 tanggal 9 Juni 2006.
          Kompleksitas permasalahan empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perikanan sebelumnya merupakan suatu pembelajaran yang sangat berharga untuk tidak terulang kembali bagi PT Perikanan Nusantara (Persero) saat ini maupun yang akan datang. Kegagalan perusahaan  pada dasarnya terjadi karena  “Mismanagement” dalam pengelolaan aset (tangible & intangible aset) termasuk sumber daya manusia (SDM) dan liabilitas (kewajiban/hutang). Disadari pula, adanya kelemahan dan permasalahan saat proses maupun pasca penggabungan menjadi PT Perikanan Nusantara (Persero), merupakan kendala dalam penyehatan perusahaan. 

       Oleh karenanya telah menjadi fokus dan tantangan bagi manajemen untuk melaksanakan restrukturisasi internal sebagaimana diamanatkan dalam Undang Undang No.19 Tahun 2003. Upaya ini telah dimulai dengan program “Peta Navigasi I” pada periode Juli 2007 – Juli 2012 yang bertujuan untuk menyehatkan perusahaan agar dapat beroperasi secara efisien, transparan dan profesional. Adapun lingkup program restrukturisasi internal tersebut meliputi: 
a.   Finance, mengatasi defisiensi modal dan menghasilkan struktur keuangan yang sehat dan wajar
b.  Operation, meningkatkan daya guna dan hasil guna sumber daya yang ada melalui revitalisasi  asets serta akselerasi pertumbuhan bisnis.
c. Internal Control System (Organisasi, Sistem dan Prosedur, Sistem Informasi Manajemen, Akuntansi, Control) untuk memperkuat pengendalian, pertumbuhan yang transparan, akuntabel dan responsibel.
        Sebagai kelanjutan program restrukturisasi sebelumnya dan agar terhindar dari kegagalan serupadengan masa lalu maka sebagai satu satunya BUMNPerikanan yang ada saat ini dan benar benar tangguh “Transformasi“ dan “Akselerasi“ merupakan keniscayaan bagi   PT. Perikanan Nusantara (Persero)untuk mencapai pertumbuhan kinerja yang sehat, wajar dan berkelanjutan (Sustainable Growth). Kedua strategic planning tersebut akan diikuti denganprogram - program aksi dan merupakan komitmen seluruh pegawai bersama Direksi yang  harus terlaksana secara simultan dan terintegrasi selama periodeJuli 2012 – Juli 2017. Komitmen tersebut dituangkan dalam Grand Strategy dengan sebutan PETA NAVIGASI II  PT. Perikanan Nusantara (Persero).

Hukuman Mati Untuk Terpidana Narkoba

Rutan Boyolali Belum Terima Titipan Terpidana Mati

Rutan Boyolali Belum Terima Titipan Terpidana Mati
Kepala Lapas Kelas II A Wanita Semarang, Probo, perlihatkan foto terakhir terpidana mati dalam kasus narkoba, Tran Thi Bich Hanh (37) di Lapas Bulu Semarang, Jateng, 16 Januari 2015. Tran Thi merupakan warga negara Vietnam, rencananya akan menjalani eksekusi mati di Boyolali, Jateng, pada 18 Januari. ANTARA/R. Rekotomo


TEMPO.COJakarta - Rumah Tahanan Boyolali hingga saat ini belum menerima titipan narapidana kasus narkoba yang akan dieksekusi hukuman mati pada Ahad besok, 18 Januari 2015. Rencananya, salah satu terpidana mati asal Vietnam, Tran Thi Bich Hanh, akan menjalani eksekusi mati di kabupaten tersebut. (Baca: BNN: Hukuman Mati Bandar Narkoba Tak Langgar HAM.)

"Kami belum mendapat informasi resmi mengenai hal ini," kata Kepala Rumah Tahanan Boyolali, Achmad Chudori, saat ditemui, Jumat, 16 Januari 2015. Informasi mengenai pelaksanaan eksekusi di Boyolali itu baru dia peroleh dari media massa.

Achmad menyebutkan bahwa pihaknya siap menerima titipan narapidana asal Vietnam itu sewaktu-waktu. Hanya saja, hingga saat ini, Rutan Boyolali belum mendapatkan instruksi untuk menyiapkan tempat khusus bagi Tran Thi Bich Hanh. "Kami hanya menunggu perintah," katanya. (Baca: Kejagung :Eksekusi Terpidana Mati Ditunda.)

Menurutnya, Tran Thi Bich Hanh pernah menjadi penghuni rumah tahanan itu saat kasusnya masih diproses di Pengadilan Negeri Boyolali. Setelah putusan pengadilan, wanita itu akhirnya dipindah ke Lembaga Pemasyarakatan Bulu, Semarang. "LP Bulu memang khusus digunakan untuk narapidana wanita," katanya.

Tran Thi Bich Hanh ditangkap petugas Bea-Cukai Bandara Internasional Adi Soemarmo pada pertengahan 2011 lalu. Dia tertangkap tangan menyelundupkan sabu seberat 1.104 gram senilai Rp 2,2 miliar melalui pesawat dari Kuala Lumpur tujuan Solo. (Baca: MA Beri Lampu Hijau Eksekusi Lima TerpidanaMati.)

Dalam persidangan, terungkap bahwa Bich Hanh sudah berkali-kali masuk ke wilayah Indonesia dengan membawa barang haram tersebut. Majelis hakim lantas mengganjarnya dengan hukuman mati pada akhir 2011. Vonis hakim itu lebih berat dibanding tuntutan jaksa yang meminta hakim menjatuhkan hukuman seumur hidup dan denda Rp 8 miliar.

Saat dikonfirmasi, juru bicara Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Eko Suwarni memastikan bahwa Tran Thi Bich Hanh memang akan dieksekusi di Boyolali. Sedangkan waktu pelaksanaannya akan dibarengkan dengan terpidana mati lain yang dieksekusi di Nusakambangan. "Saat ini yang bersangkutan baru menjalani karantina," katanya. (Baca: Jokowi: Tak Ada Ampun buat Terpidana Mati Narkoba.)

Selasa, 13 Januari 2015

Potensi Kabupaten Boyolali Tersenyum

Wisata Boyolali – Jawa Tengah

Waduk Tlatar Terletak di Dukuh Tlatar Desa Kebonbimo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah dengan jarak tempuh dari kota kira-kira 4 km kearah utara.Nuansa pesona alam terhampar dengan latar belakang Budaya Desa dan air yang melimpah, aroma kelezatan masakan ikan air tawar yang disajikan baik secara goreng maupun bakar sambil memancing dan duduk santai sungguh merupakan rekreasi menyegarkan di Obyek Wisata Waduk Tlatar.Pemandian ini adalah pemandian untuk keluarga. Setiap dua hari menjelang bulan Puasa diadakan even Padusan.Upacara Padusan ini juga diselenggarakan di Umbul Pengging dan Pantaran. Acara ini bertujuan untuk mensucikan diri sebelum melaksanakan ibadah puasa.
Ada 2 buah pemandian,yaitu :
* Pemandian Umbul Pengilon
* Pemandian Umbul Asem

Wisatanesia.com-Obyek wisata Waduk Kedung Ombo ini terletak di Desa Wonoharjo Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah atau sekitar รข± 50 km ke arah utara Kota Boyolali.Waduk kedung Ombo yang mempunyai Luas sekitar 70,000 hektar yang di bangun pada pemerintahan Presiden Soeharto ini Menjanjikan rekreasi hutan dan air yang menyegarkan serta pemancingan.
FASILITAS / FACILITIES :
* Bumi Perkemahan
* Hutan Wisata
* Tempat Pemancingan
* Rumah Makan Apung
* Wisata Air

Arga Merapi Merbabu Terletak 25 km dari Kota Boyolali kearah barat.ObyekWisata Gunung Merapi salah satu gunung yang teraktif di dunia,selain itu pemandangan alamnya sangat indah serta panorama alam masih asli.
Bagi pecinta alam yang senang berpetualang merupakan jalur terpendek untuk mencapai puncak gunung Merapi 4 jam dan untuk mencapai puncak gunung Merbabu 8 jam.
Dengan mendaki puncak Merapi para pendaki dapat melihat matahari terbit “Sun Rise.”
Setiap malam 1 Suro diadakan Upacara Tradisional Sedekah Gunung sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Lonjakan wisata pendakian pada menjelang tgl 1 Suro, Tahun Baru, 17 Agustus (Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Merapi

Waduk Badhe Ini terletak di Desa Bade, Klego kabupaten Boyolali lebih kurang 40 km ke utara dari Boyolali Kota. Waduk Badhe adalah waduk yang digunakan untuk penyiraman tanaman padi, kolam ikan dan couse bagi masyarakat sekitar,dan sebagai penyimpanan air apabila tiba musim kemarau,Waduk Badhe sangat cocok buat melepas lelah disaat sore menjelang. Memiliki pemandangan yang indah dan asri

Masjid Cipto Mulyo adalah Masjid Peninggalan Sunan Pakubuwono X. Terletak di Kawasan Wisata Pengging Kecamatan Banyudono.

Umbul Sungsang adalah tempat untuk ritual Kungkum (berendam dalam air sambil menunggu hasil Sanggaran di makam R. Ng. Yosodipuro)

PEMANDIAN TIRTO MARTO Jarak tempuh dari kota 12 km. Pemandian ini dahulu digunakan oleh Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat Sri Paduka Susuhunan Paku Buwono X beserta kerabatnyaRitual Kungkum para peziarah terutama pada malam Jumat yaitu ritual merendam diri di dalam air sebatas leher yang dimulai mulai pukul 24.00 – 03.00 wib, serta setiap 2 (dua) hari menjelang bulan puasa diadakan Even Padusan.
TERDAPAT 3 PEMANDIAN UTAMA YAKNI / 3 MAIN POOLS :
* Pemadian Umbul Temanten
* Pemandian Umbul Ngabean
* Pemandian Umbul Dudo
FASILITAS
* Rumah Makan Lesehan
* Lapangan Tenis
* Pancingan
* Kolam Renang Anak
* Arena bermain
* Kios cinderamata.
* Rumah makan apung. Parkir yang luas
Boyolali adalah nama dari salah  satu Kabupaten dari Karesidenan Surakarta. Dipimpin oleh Bupati yang bernama Drs.Seno Samudro. Selain obyek wisata memiliki hal lain yaitu pepaya,susu,kerajinan dari kayu yang meyerupai mobil,dll.

Napak Tilas Datsun

Kenali Sejarah Datsun, Dari Mobil Balap Sampai Mobil Murah


Jakarta – Jauh sebelum nama Datsun dikenal sebagai calon mobil murah (LCGC) di Indonesia, India dan Rusia, produsen mobil asal Jepang ini sempat mendunia dengan berbagai macam produknya. Dari yang murah, sampai sportscar nan handal di arena balap. Lalu bagaimana sejarahnya? Ayo kita kenali.

Awalnya di tahun 1914 Kwaishinsha Motor Works milik Masujiro Hashimoto (1911-1926) menuntaskan perakitan “DAT Car”. Di tahun tersebut prototipe untuk model, DAT 31 yang disambut dengan lebih antusias. 

Nama tersebut berasal, sebagian dari nama dari tiga investor. Yakni Kenjiro Den, Rokuro Aoyama, dan Meitaro Takeuchi sepupu dari mantan perdana menteri yang membantu mengatur pembiayaan. sehingga nama DAT. Diterjemahkan secara kasar berarti "kelinci", "kelinci cepat", atau "sangat cepat" dalam bahasa Jepang,

Di tahun 1926 Kwaishinsha dan Jitsuyo Jidosha berkolaborasi menjadi “DAT Jidosha Seizo”. Selanjutnya pada 1932 DAT Jidosha Seizo memperkenalkan mobil “Datsun” pertama. Setahun kemudian, Yoshisuke Aikawa mengakuisisi Datsun dan mendirikan Nissan Motor Co.

Selanjutnya, 1935 Peresmian Pabrik Yokohama, pabrik perakitan mobil Jepang pertama kalinya untuk khalayak luas yang memproduksi “Datsun 14”. Lalu 1958 Kemenangan kelas di Australian Rally, ajang balap yang menantang ketangguhan daya tahan dengan “Datsun 210”.

Pada 1958 Datsun mengekspansi pasar ke Amerika dan mengawali ekspor “Datsun 210” ke Negeri Paman Sam. Di tahun 60-an, nama Datsun cukup mengguncang pasar sportscar lewat produk 240Z.

Di Tanah Air, mobil-mobil Datsun turut mengisi pasar dengan produk sedan 120Y dan versi pick upnya, 620 di era 70-an. Sayangnya, di tahun 1981 merek Datsun dihapuskan setelah pihak prinsipal memilih merek Nissan sebagai brand global mereka.

Dan Nissan Motor Co., Ltd. Mengumumkan kembalinya Datsun , brand global Nissan yang ke-tiga , bersama-sama dengan Nissan dan Infiniti di bulan Maret 2012. Datsun mempersembahkan pengalaman berkendara berkelanjutan bagi pelanggan berjiwa muda dan optimis di dalam pasar yang kian berkembang dengan pesat. 

Datsun mewakili keahlian perakit mobil Jepang yang telah teruji selama 80 tahun dan bagian penting dari DNA Nissan. Mobil Datsun akan mulai dijual di India, Indonesia, dan Rusia pada tahun 2014. (mobil.otomotifnet.com)
ini adalah contoh mobil datsun yang tergolong LCGC(Low Cost Green Car)  yang disebut Datsun GO+Panca yang mulai mengaspal di Indonesia.

Sedangkan gambar diatas adalah tipe datsun yang dikeluarkan pada tahun 1976-an.

Perlu diketahui,meskipun uji crash test datsun go+panca masih diragukan dunia,akan tetapi secara logika jika mobil memiliki hidung atau kap mobil,maka tingkat keamanannya juga aman daripada mobil yang tidak ada kap mobil yang mesin berada di bagian bawah body.