Senin, 16 November 2015

AUTONETMAGZ NINJA RR MONO PENERUS NINJA R/RR/SUPERKIPS/ 2 TAK

Jakarta, AutonetMagz – Seperti biasa, AutonetMagz selalu memberikan artikel khas 7 kelebihan dari produk otomotif yang baru saja diluncurkan. Kali ini kita akan mengulas Kawasaki Ninja 250 SL atau yang biasa disebut orang dengan Ninja RR Mono yang baru saja diluncurkan beberapa hari yang lalu. Yuk kita intip apa saja 7 kelebihan Kawasaki Ninja 250 SL Mono versi AutonetMagz:
 1. Harga – The Game Changer!
Coba sebutkan motorsport yang memiliki rentang harga kisaran 40 juta? Mungkin jawabannya hanya Honda CBR150R yang dihargai 41.75 juta dan Yamaha R15 yang belum diumumkan banderol harganya. Nah tentunya Kawasaki Ninja 250 SL ini akan menjadi “The Game Changer” melihat banderolnya yang hanya 40 juta kurang 100 ribu sudah mendapatkan motor 250 cc!
 2. Tenaga Mesin
Di kelas motor 40 juta, coba tebak berapa umumnya tenaga motor di kelas ini? 20 Hp, 25 Hp? Ups, ternyata hanya di bawah 20 Hp saudara-saudara. Maka dari itu untuk motor di segmen ini, tenaga 27.6 Hp dari motor yang mempunyai julukan Ninja RR Mono ini sangatlah luar biasa jika dibandingkan dengan kompetitor.
screenshot_43
 3. Full Digital Speedometer
Kawasaki enggan memberikan speedometer setengah-setengah antara digital dan analog seperti motor-motor belakangan ini. Namun Kawasaki Ninja 250 SL Mono diberikan langsung speedometer full digital lengkap dengan tachometer dan trip yang dapat diatur oleh pengemudi.
screenshot_54
 4. Clever Heat Management
Pernah coba mengemudi motorsport jarak jauh? Atau mencoba mengendarai motorsport ditengah kemacetan? Jika pernah, mungkin anda akan merasakan betapa panasnya betis dan paha anda terkena hawa panas mesin yang sangat menyiksa. Pada Kawasaki Ninja 250 SL ini baik fairing dan mesin diciptakan untuk meningkatkan kenyamanan pengendara dengan membuat panas mesin terbuang kebagian bawah motor, tidak dibuat menyamping. Sehingga untuk digunakan di jalanan macet ataupun jarak jauh, betis dan paha anda tidak akan merasakan panas berlebih seperti motor-motor lainnya.
Fairing Kawasaki Ninja RR mono
 5. Unitrak Adjustable Suspension
Kawasaki Ninja 250 SL ini telah dilengkapi dengan suspensi Unitrak yang di desain dengan penempatan yang unik untuk meningkatkan stabilitas, namun uniknya anda dapat mengatur peredam suspensi sebanyak 5 opsi. Jadi tinggal pilih, mau empuk atau keras masbro?
Kawasaki Ninja 250SL damper
 6. Antilock Braking System (ABS)
Bagi pengguna motorsport yang sering bejek gas, tentunya untuk menambah akurasi pengereman diperlukan teknologi untuk mencegah ban terkunci. Maka dari itu Kawasaki Ninja 250 SL memberikan versi yang telah dilengkapi dengan teknologi Antilock Braking System yang kita kenal dengan nama ABS.
screenshot_51
 7. Slim Size With Lightweight Body
Jika dibandingkan kakaknya yang lebar dan berat. Kawasaki Ninja 250 SL dibekali dengan bodi yang lebih ramping, ban lebih singset dan bobot lebih ringan hanya 151 kilogram saja, meskipun begitu masih lebih berat jika dibandingkan dengan Honda CBR 150R yang memiliki bobot sebesar 138 Kg saja.

SU









Kawasaki Ninja 250SL naked

Minggu, 15 November 2015

Morfologi GL PRO

Spesifikasi Honda GL Pro Neotech – Penakluk Tanjakan yang Powerfull

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, Honda GL Pro
Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, merupakan jejeran Motor Tuo dari GL Series yang pernah menikmati kejayaan dimasanya. Motor ini pertama kali muncul di tahun 1995 dan akhirnya dimatikan oleh Honda di  tahun 1999.
Kuda besi yang memiliki kapasitas dapur pacu 160 cc atau lebih tepatnya 156,7 cc ini mampu memuntahkan tenaga maksimum sebesar 14,7 hp di putaran mesin 8500 per menit. Meskipun memiliki kapasitas dapur pacu yang bisa dikatakan besar, GL Pro Neotech ini tergolong irit dalam hal konsumsi bahan bakar.
Keiritan GL Pro Neotech ini tak menjadi penghalang untuk kuda besi ini mengeluarkan karakter engine-nya yang responsif dan tangguh. Sebagai buktinya adalah masyarakat di pegunungan, banyak yang menggunakan Honda GL terutama GL Pro Neotech ini. Di Gunung Bromo misalnya, masyarakat sekitar memanfaatkan motor ini sebagai tunggangan sehari-hari untuk mencari nafkah dengan menjadi ojek yang mengankut wisatawan disana. Bahkan tak hanya wisatawan yang diangkut motor ini, motorpun yang tak kuat menghadapi tanjakan yang cukup ekstrim itupun terkadang juga menjadi penumpang di jok lurus kuda besi ini.

Honda GL Pro Neotech , GL Pro Neotech
Honda GL Pro Neotech Penakluk Gunung Bromo

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Honda GL Pro Neotech Penakluk Gunung Bromo
Desain GL Pro Neotech ini sendiri masih mirip dengan GL Pro Series dan GL Pro Black Engine yang tetap membawa ciri khas Honda GL yang memiliki desain lurus dan kotak. Tetapi untuk tenaga sendiri GL Pro Neotech ini mengalami penurunan dibandingkan dengan GL Pro Black Engine. Namun disisi lain GL Pro yang lebih update ini lebih irit dibandingkan dengan kedua kakaknya itu.
Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Honda GL Pro Neotech
Spesifikasi Honda GL Pro Neotech
Tipe
Sport Touring
Tahun Produksi
1995-1999
Engine
OHC, 4 Tak
Kapasitas Engine
156,7 cc
Bore x Stroke
63,5 x 49,7 mm
Rasio Kompresi
9,0 : 1
Maximum Power
14,7 hp @ 8500 rpm
Maximum Torque
1,3 kgf.m @ 6500 rpm
Fuel System
Cylinder Ventury Carburator 24’’
Sistem Pendingin
Udara
Sistem Pengapian
CDI-DC, Battery
Battery
12 V – 4 Ah
Busi
ND X 24 EP-U9 / NGK DP8EA-9
Transmisi
5-Speed ( 1-N-2-3-4-5)
Kopling
Manual, Wet & double clutch
Starter
Kick
Drive
Chain (Rantai)
Dimensi
Panjang
2034 mm
Lebar
754 mm
Tinggi
1062 mm
Jarak Sumbu Roda
1281 mm
Tinggi Jok
772 mm
Jarak ke Tanah
149 mm
Kapasitas Oli Engine
0,9 liter
Kapasitas Tangki BBM
8 liter
Berat kosong
103 kg
Konsumsi BBM
51,4 km/liter pada kecepatan 50 km/jam
Rangka
Diamond Steel
Suspensi
Depan
Telescopic
Belakang
Swing arm, Double Shockbreaker
Ban
Depan
2,75 - 18 - 42P
Belakang
3,00 - 18 - 47P
Rem
Depan
Cakram, Double Piston
Belakang
Tromol (Drum)
Rantai Kamprat
Silent Chain
Gear Belakang
46
Noken As
2 Bearing


Galeri Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Engine Kanan Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Engine Kiri Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Headlamp Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Engine Kanan Honda GL Pro Neotech

Honda GL Pro Neotech, GL Pro Neotech, GL Pro
Engine Kiri Honda GL Pro Neotech          sumber : dari segala sumber di internet

KLASIK MOTORSPORT HONDA

 GL PRO dan Megapro adalah legenda motorsport Honda dari dulu. Berikut ini adalah sejarah dan spesifikasi mengenai GL PRO dan Megapro
Sejarah Perjalanan Honda GL-Pro Hingga Megapro di Indonesia

Honda Pro series..... Motor ini terkenal di kalangan masyarakat Indonesia terutama di Jawa dan Sumatra, karena emang di pulau itu yang paling laris dan penduduknya paling banyak gan... Honda GL-Pro pertama kali diperkenalkan di publik Indonesia tahun 1985 dan hingga sekarang masih tetap dijual dengan nama Megapro. Dari dulu hingga sekarang, telah terjadi banyak sekali perubahan pada motor sport Honda ini, tentunya menyesuaikan perkembangan jaman gan.



Honda GL-Pro 145 (white engine)


Pada tahun 1985, gebrakan Honda cukup mengejutkan pasar sepedamotor Indonesia, dengan menghadirkan Honda GL-Pro dengan kapasitas mesin lebih besar dari GL-Max 125cc, yaitu 145cc. Otomatis tenaga yang dikeluarkan pun lebih besar. Penampilan dengan desain lebih menarik dan kekar dibanding seri GL sebelumnya. Keluarnya GL Pro langsung mendapat sambutan hangat dari pengguna sepedamotor di Indonesia. Imej motor 4-tak irit tanpa perlu oli samping membuat penjualannya pun termasuk "laris" menyisihkan para kompetitor, menjadikan Honda semakin "berlari" sendiri, nyaris tanpa saingan menguasai pasar sepedamotor di Indonesia. Para kompetitornya sedang ramai-ramainya mengeluarkan mesin 2-tak yang berlomba-lomba membuat sepedamotor kencang. Honda GL Pro hadir tidak terlalu mengutamakan kecepatan untuk bersaing dengan para kompetitor, tapi mengandalkan ketangguhan mesin dan keiritan penggunaan bahan bakar. Oleh karena itu Honda GL-Pro mampu dibawa untuk perjalanan jauh sejauh yang kita mampu tanpa mengalami gangguan mesin. Produksi dan penjualan GL-Pro white engine ini dihentikan pada tahun 1991.



Honda GL-Pro 145 (Black Engine)


Belum puas dengan hadirnya GL Pro sebelumnya yang memiliki ciri khas mesin berwarna putih silver atau biasa disebut white engine. Honda mendatangkan Honda GL Pro secara CBU langsung dari Jepang dengan mesin berwarna hitam atau GL Pro Black Engine. Sekilas tidak ada perbedaan dengan kedua varian GL Pro berkapasitas 145cc ini. Selain mesin yang lebih awet dan tangguh, GL Pro Black Engine juga jauh lebih bertenaga serta akselerasinya sangat mengejutkan. Mungkin GL Pro ini merupakan jawaban atas kompetitor yang lebih bertenaga karena menggunakan mesin 2-tak, sedangkan Honda tetep pede dengan 4-tak. Hingga saat ini, GL Pro Black Engine masih menjadi incaran para pengguna sepedamotor. Bahkan menurut penuturan para "bikers", bahwa Honda GL Pro Black Engine mampu mengimbangi sepedamotor keluaran tahun terbaru yang berkapasitas 150cc.

Berikut spesifikasi GL Pro Black engine:
Mesin: 4-stroke, 1 silinder, OHC
Kapasitas mesin: 144,7 cc (145)
Bore x stroke: 61 x 49,5 mm
Rasio kompresi: 9,3 : 1
Max. power: 16 hp @ 8500 rpm
Pendingin: udara
Transmisi: 5-speed (1-N-2-3-4-5)
Kopling: manual, tipe basah, double clutch
Battery/accu: 12V-4Ah
Busi: ND X24EP-U9 - NGK DP8EA-9
Pengapian: CDI-DC, battery
Drive: chain (rantai)
Berat: 103 kg
Starter: kick

Dimensi:
Panjang x lebar x tinggi: 2034 x 754 x 1062 mm
Jarak sumbu roda: 1281 mm
Tinggi jok: 772 mm
Jarak ke tanah: 149 mm

Rangka: diamond steel
Suspensi:

- depan: telescopic
- belakang: swing arm, double shockbreaker
Ban:
- depan: 2,75-18 - 42P
- belakang: 3,00-18 - 47P
Rem:
- depan: cakram, single piston
- belakang: drum (tromol)



Honda GL-Pro 160 (Neo Tech)


Selanjutnya pada tahun 1995, Honda memperkenalkan Honda GL Pro dengan teknologi baru, atau lebih dikenal dengan nama GL Pro Neo Tech, masih mengandalkan mesin SOHC dengan kapasitas mesin 160cc. Menggunakan mesin baru, yang berbeda dengan mesin GL Pro sebelumnya. Tenaga yang dikeluarkan juga lebih besar dari GL Pro White Engine, tapi dari penuturan beberapa teman yang pernah memiliki sepedamotor ini, secara kemampuan masih sedikit di bawah GL Pro Black Engine, apalagi untuk urusan power dan topspeed.
Pada tahun 1999, produksi Honda GL Pro dihentikan dan dilanjutkan ke generasi Megapro.

Spesifikasi GL-Pro Neo Tech:
4-stroke, OHC
Cylinder: 1
Kapasitas mesin: 156,7 cc
Bore x stroke: 63,5 x 49,7 mm
Rasio kompresi: 9,0: 1
Max power: 14,7 hp @ 8500 rpm
Max torque: 1,3 kgf.m @ 6500 rpm
Pendingin: udara
Fuel system: Silinder ventury karbu 24

Pengapian: CDI-DC, battery
Battery/accu: 12v-4Ah
Busi: ND X 24 EP-U9 / NGK DP8EA-9
Transmisi: 5-speed (1-N-2-3-4-5)
Kopling: manual, tipe basah, double clutch
Starter: kick

Dimensi:
Panjang x lebar x tinggi: 2034 x 754 x 1062 mm
Jarak sumbu roda: 1281 mm
Tinggi jok: 772 mm
Jarak ke tanah: 149 mm
Cam chain: silent chain (rantai)
Kapasitas olie mesin: 0,9 liter

Kapasitas tangki: 8.0 liter
Konsumsi bbm: 51,4 km per liter @ 50 km/jam
Berat: 106 kg

Rangka: diamond steel
Suspensi:
- depan: teleskopik
- belakang: swing arm, double shockbreaker
Ban:
- depan: 2,75-18 - 42P
- belakang: 3,00-18 - 47P
Rem:
- depan: cakram dengan double piston
- belakang: drum (tromol)

Lainnya:

- Rantai Kamrat model silent chain
- Gir belakang: 46
- Noken as: pakai 2 bearing


Honda Megapro 160 (Neo Tech)


Mega Pro generasi pertama hadir sekitar tahun 1999-2001, yang dikenal dengan Megapro Neotech yang merupakan peralihan dari GL-Pro Neotech. Terjadi perubahan bentuk dari yang serba kotak menjadi serba membulat mulai dari body dan lampu. Mesin pun masih tetap sama menggunakan jenis GL-Pro 160cc Neo tech, tidak ada perubahan pada generasi ini. Kemudian Mega Pro generasi 2 hadir sekitar tahun 2002-2005. Bedanya dari generasi pertama hanya pada penambahan elektrik starter, terlihat jelas pada motor starter di dekat tutup aki sebelah kiri dimana terlihat lebih penuh. Untuk body sendiri tidak terjadi perubahan, perubahan tampilan hanya terjadi pada striping yang lebih manis dan mencolok. Dan pada tahun 2004 keluar versi velg CW untuk Megapro generasi ini yang merupakan edisi terakhir dari generasi Megapro ini hingga 2005.


Megapro old electric starter


Megapro CW


Honda Megapro 160 Advance (Primus)


Kenapa Megapro generasi ini disebut dengan Megapro Primus? Yup... karena saat itu bintang iklan TVnya adalah Primus Yustisio, aktor dan bintang iklan yang lagi ngetrend kala itu gan. diluncurkan pada tahun 2006, walaupun memiliki nama Mega Pro Advance, tapi lebih dikenal dengan sebutan Mega Pro Primus. Terjadi perubahan pada body yang terlihat menyambung antara body tengah dan belakang. Tangki berubah sedikit lebih tinggi namun volume sedikit menurun. Perubahan lain pada tampak belakang dengan lampu model multireflektor dan perubahan pada dudukan behelnya. Perubahan desain pada Megapro ini saat itu karena penjualan motorsport Honda kesalip gan sama penjualan Suzuki Thunder 125 yang dulu sempet laris manis mengalahkan penjualan Megapro old, sehingga Honda terpaksa harus merevisi desain Megapro agar terlihat lebih fresh meski masih tetap memakai mesin yang sama dengan sebelumnya. Desain Megapro Primus ini untuk lampu belakang masih tetap dipakai hingga sekarang pada Honda Verza 150.

Kelemahan Megapro generasi ini yang sering dikeluhkan para pengguna adalah seringnya kampas kopling aus. Hal ini dikarenakan lemahnya daya dorong per kopling yang mengakibatkan kopling menjadi lebih sering tertekan yang mengakibatkan munculnya gesekan yang mempercepat keausan kampas kopling. Selain itu tangkinya lebih cepat sekali keropos ketimbang generasi sebelumnya .



Spesifikasi Honda Mega Pro Advance (Primus)

Dijual Tahun: 2006 - 2009

Mesin: 4-stroke, SOHC, 1 silinder
Diameter x langkah: 63.5 x 49.5 mm
Kapasitas mesin (volume langkah): 156.7cc (160)
Perbandingan kompresi: 9.0 : 1
Pendingin: udara
Max. power: 13.3 ps @ 8500 rpm
Max. torsi: 1.3 kgf.m @ 6000 rpm

Transmisi: 5-speed (1-N-2-3-4-5)
Kopling: manual, tipe basah dan plat majemuk
Battery/ accu: 12V - 5 Ah
Pengapian: DC - CDI, Battery
Starter: electric dan kick
Busi: ND X 24 EP - U9/MGK DP8 EA-9
Tangki bbm: 13,2 liter
Berat:
- 126 kg, tipe SW
- 127 kg, tipe CW

Dimensi:
Panjang x lebar x tinggi: 2034 x 754 x 1065 mm
Jarak sumbu roda: 1281 mm
Jarak ke tanah: 149 mm
Tinggi jok: 774 mm

Rangka: pola berlian (diamod style)
Suspensi:
- depan: teleskopik
- belakang: swing arm, double shockbreaker
Ban:
- depan: 2.75 - 18 42P
- belakang: 3.00 - 18 47P
Rem:
- depan: cakram hidrolik dengan piston ganda
- belakang: tromol


Honda New Megapro 150


Nah untuk generasi Honda New Megapro yang lahir di tahun 2010 ini, menurut banyak penggunanya mengalami penurunan akselerasi dari generasi Megapro sebelumnya karena generasi New Megapro memakai karburator jenis vakum. Memang sih tujuannya agar irit bensin, tetapi sejak Honda mengeluarkan generasi New Megapro, penjualan Megapro jadi tak selaris generasi sebelumnya. Bahkan di kalangan pedagang motor bekas, New Megapro ini sepi peminatnya tidak seperti Megapro generasi sebelumnya.

Meskipun dari segi mesin New Megapro ini mengalami penurunan volume silinder yang sebelumnya 160cc kini jadi 150cc, tapi Honda mengklaim mesin generasi ini lebih baik dari sebelumnya karena selain 100% baru dan minim getaran. Disamping itu Megapro generasi ini sudah menganut sistem monoshock dan speedometer digital. Diatas kertas power Megapro generasi ini lebih tinggi dari sebelumnya 13,7ps sedangkan Megapro Primus yang 160cc hanya 13,3ps.

Berikut spesifikasi New Megapro:
Mesin: 4-stroke, SOHC
Kapasitas (volume langkah): 149,2cc (150)
Diameter x langkah: 57,3 x 57,8 mm
Perbandingan kompresi: 9,5 : 1
Max. power: 13,7 ps @ 8500 rpm
Max. torsi: 1,31 kgf.m @ 6500 rpm
Pendingin: udara

Pengapian: DC – CDI Digital
Battery/ accu: MF battery, 12 V – 5 A.h
Kopling: manual, multiplate wet clutch
Starter: electric dan kick
Busi: NGK CPR8EA-9 / NGK CPR9EA-9
Kapasitas olie mesin: 1 liter
Tangki bbm: 12,2 liter
Berat:

- 136 kg (tipe Spoke)
- 134 kg (tipe CW)

Transmisi: 5-speed (1-N-2-3-4-5)

Dimensi:
Panjang x lebar x tinggi: 2.050 x 757 x 1.075 mm
Jarak sumbu roda: 1.313 mm
Jarak ke tanah: 152 mm

Rangka:
Rangka: pola berlian (diamond steel)
Suspensi:
- depan: teleskopik
- belakang: tunggal (monoshock) dapat disetel keras dan lembut

Ban:
- depan: 80/100 – 17 M/C 46P (tipe CW tubeless & tipe Spoke tube)
- belakang: 100/80 – 17 M/C 55P (tipe CW tubeless & tipe Spoke tube)
Rem:
- depan: cakram hidrolik dengan piston ganda
- belakang:
- tromol (tipe SW)
- cakram hidrolik dengan piston tunggal (tipe CW)

Pada tahun 2014, Honda memperkenalkan New Megapro FI dengan pengabut bahan bakar injeksi dan revisi pada penampilan cover tangki sehingga lebih enak dilihat. Dilihat dari detailnya sih New Megapro FI ini banyak yang berubah, misal knalpot lebih panjang dan footstep belakang model gantung.



Spesifikasi New Megapro FI:
Kapasitas mesin: 149,5 cc (150)
Bore x stroke: 57,3 x 57,84 mm
Rasio kompresi: 9,5 : 1
Max power: 9,8 kw (13,3 ps) @ 8500 rpm
Max torque: 12,3 nm (1,25 kgf.m) @ 6500 rpm
Sistem bahan bakar: Full Injection (FI)
Kopling: manual, multiplate, wet clutch with coil spring
Transmisi: 5-speed (1-N-2-3-4-5)
Starter: electric dan kick

Perlistrikan:
Battery (accu): 12v-3,5Ah
Busi: NGK CPR9EA-9
Pengapian: Full Transisterized

Dimensi:
Panjang x lebar x tinggi: 2052 x 742 x 1079 mm
Jarak sumbu roda: 1316 mm
Jarak ke tanah: 156 mm
Olie mesin: 1,0 liter (penggantian periodik)
Tangki bbm: 12,3 liter
Berat: 135 kg

Rangka: diamond
Suspensi:
- depan: telescopic
- belakang: swingarm, monoshock
Ban:
- depan: 80/100-17 M/C 46P
- belakang: 100/90-17 M/C 55P
Rem:
- depan: disc (cakram) hidraulik, double piston
- belakang: disc (cakram) hidraulik, single piston

Jika dilihat dari spesifikasinya, New Megapro FI ini mengalami penurunan power dari versi karbu, sebelumnya 13,7ps, kini hanya 13,3ps. Tapi yang sangat disayangkan dari hampir semua generasi Honda Pro series ini mulai jaman GL-Pro hingga Megapro selalu mengalami masalah pada tangki yang kerap bocor, mungkin material logam yang digunakan pada motor ini kurang baik, atau mungkin untuk menekan cost. Berbeda sekali dengan tangki kompetitor yang jarang mengalami masalah bocor. Inilah faktor minus dari motorsport keluaran Honda ini, tangkinya gak bisa awet gan.

Jika dilihat dari desain memang yang gak enak dilihat adalah desain setirnya yang terlalu tinggi, tidak lebar seperti saingannya Yamaha Byson yang lebih enak dilihat . Dan untuk kaki-kaki juga meskipun telah memakai ukuran 17 untuk depan dan belakang, tetapi bannya masih kurang lebar, tidak seperti Byson . Desain tutup tangki New Megapro ini masih terlihat jadul dan berbeda dari desain CB150 Dazzler yang beredar di India mungkin untuk mengurangi cost lagi. Atau bisa jadi desain tutup tangki sengaja dibuat jadul agar memudahkan dalam penggantian tangki yang katanya kerap bocor . Bisa jadi... Karena dari dulu Honda di Indonesia selalu melengkapi motorsportnya dengan fitur tangki bocor . Tapi info yang ane dapat untuk generasi New Megapro mulai 2011 ini Honda merevisi material logamnya sehingga lebih awet dari Megapro sebelumnya.





 SUMBER   : dari semua sumber di internet dan digabungkan menjadi satuu ;)  

Rabu, 16 September 2015

Mahasiswa Doyan Main Motor

Motor, kendaraan roda dua ini adalah kendaraan paling sering digunakan bahkan jumlahnya selalu bertambah tiap hari dalam jumlah jutaan unit. Motor sekarang tidak hanya menjadi gaya hidup,melainkan sudah menjadi kebutuhan. Saya dari dulu jaman SD sudah menyukai dunia otomotif spesialnya motor, dari motor ber -CC kecil seperti honda c70, yamaha 75,astrea grand,astrea prima,astrea star,supra x, vega ,dll ..sampai ber CC besar seperti Honda CB jadul, Megapro,Vixion,Satria FU,RX King,Ninja 2 tak,Ninja 4 tak, sudah ahli dan mahir dalam mengendarai semua jenis kendaraan tersebut. Bahkan motor matic seperti vespa,beat,mio,dll juga sudah pernah. Naik motor bagi saya adalah sebagai pelepas penat,apalagi ketika main gas, touring bisa melihat adat dan budaya tiap daerah yang berbeda, yang jelas memiliki rasa bangga tersendiri.

Hal yang istimewa bagi saya adalah ketika motor itu pada keadaan :
1.Bersih dan terawat

pada keadaan ini setiap orang akan senang dan nyaman melihat motor kita bersih . Dan otomatis menambah rasa PD kita dalam berkendara.

2.Memiliki motor yang tidak diproduksi masal lagi

dalam kasus ini adalah RX King, motor 135 cc ini tak bisa lepas dari motor jambret. Sejak diluncurkan tahun 1980 an, motor ini adalah legenda hidup bagi Indonesia. Ketika mencoba motor ini pada malam hari saya akui rasanya sangat berbeda dengan motor biasa, suaranya yang bila digas nguooookkkkk itu langsung membuat motor di depannya minggir. motor ini sangat menjadi primadona.
3.Memiliki motor mahal


salah satu motor mahal yang pernah saya coba adalah kawasaki ninja 250 R 2014 akhir. ketika mencobanya memng mesin2 silinder ini cukup membuat saya kewalahan,karena seakan akan mesinnya selalu minta dioper gigi nya. di jalananpun motor inimenjadi pusat perhatian karena saat itu harganya 58 juta OTR Karesidenan Solo.

SALAM SATU ASPAL



Rabu, 29 Juli 2015

Akhirnya Ketemu yang Cocok

Lama tidak buka blog ya bro :D akhirnya ada waktu luang untuk buat ngisi blog ini lagi. Oke kali ini mumpung libur semester,banyak waktu luang. Kebetulan hobby ane otomotif broo,termasuk touring. Kali ini ane bakal bahas masalah oli yang cocok buat kendaraan. Sebagai bikers sejati oli merupakan bagian terpenting dalam motor,karena oli ibarat manusia adalah aliran darah yang diperlukan untuk mengalirkan sari-sari makanan.Oli sendiri ada beberapa merk dan tingkat viskositas,ane pake HSX 125. Selama 3 tahun ane pake oli standart pabrikan AHM yaitu MPX1. Tapi setelah ane kuliah, kebetulan masih di Jawa sih di Semarang tepate,ane domisili di Boyolali. Kira-kira 109 km jaraknya. Sayangnya oli MPX1 menurut pengalaman ane ada beberapa kelemahan :
1.secara teori oli ini tahan sampai 4000 km,tapi karena ane termasuk orang perfectsionis baru 1500km an aja suara mesin udah berisik.
2.itu aja sii menurut pengalaman ane.

Mumpung liburan ini,ane touring dari Boyolali  ke Kudus,ke tempat seseorang yang istimewa ,wkwkwkwk. eh kembali fokus, sehari sebelumnya ane ganti oli pake pertamina enduro racing 4T, ane pake HSX 125 kapasitasnya 800 ml,eh adanya yang 1 liter. Jadi ane kurangin tuh,sisa 200ml ane bawa pulang .Harganya Rp.48.000,- sama ganti ban luar di Ahass barat bandara Adi Soemarmo Boyolali sama ganti kampas rem depan.  Sorenya ane ngambil begel belakang yang habis ane reparasi biar kinclong lagi. pas hari H ane dari Boyolali ke Kudus butuh waktu 3,5 jam, ane lewat Semarang, soalnya kalo lewat Purwodadi ane kagak berani broo kalo naik motor,naik mobil mah mending, soalnya isine alas alas tok wkwkwk. ooke kembali fokus.

Kelebihan pertamina enduro racing 4T 10W-40 menurut pengalaman ane :
1. Tarikan enteng
2.Responsif banget , apalagi kalo mesine tambah panas tambah galak ni tarikannya.
3. Suhu panas atau dingin cocok buat motor ane
4.mesin halus,irit BBM.
5.Kemaren pas ane perjalanan pulang di daerah Salatiga ada mio fino sama honda beat lagi pada balapan aje, yang depan yang fino , beatnya di belakang, ane geregeten broo orang nutupin jalan,kebetulan jalanan sepi,plus jalannya lurus ane gas aja gigi langsung masuk 4 gas penuh BBM pake pertamax langsung kesalip tuh 2 matic. ane liat dari spion mereka berdua ketinggalan jauh,kayak kaget kaget gituh :D pas ane lirik speedo ane tembus 115km/h dan itu mesin belum meraung dan masih bisa gaspol lagi tapi karena ane radak horor and dah pernah ngrasain tabrakkan itu sakit ,makane ane turunin speednya. kecepatan tertinggi ane pake HSX 135km/h dari tugu jam Boyolali ke arah Bangak, itu dulu pas HSX ane baru 1 bulan. wkwkwk :D
KESIMPULAN : Oli itu relatif kecocokannya untuk tiap biker,karena kebutuhan dan kondisi lingkungan juga berbeda.Akan tetapi perlu diperhatikan tingkat kekentalan oli atau viskositasnya misal 10W-40,20W-50,dll. Ane saranin kendaraan yang usianya kurang dari 5 tahun pake oli enecer karena celah antar bagian masih sempit. Oli pertamina enduro racing4T cocok buat motor ane,dan alhamdulilah kekurangannya kagak ada bro.

SOPAN DI JALAN , JANGAN URAKAN , ADALAH CERMIN ANDA PATUH LALU LINTAS DAN MEMILIKI SIM :D