Untuk pertama kalinya, mesin 1.000 cc 4 silinder segaris milik GSX-R1000 dilengkapi dengan pengaturan katup variabel VVT demi menghasilkan tenaga 200 hp dan torsi 111 Nm. Lebih dari cukup untuk menghela bobot superbike yang diklaim tak lebih dari 200 kilogram ini. Suzuki bilang, akselerasi dan torsi motor ini akan terasa mantap baik di rpm rendah atau pun tinggi. Benarkah? Yah, setidaknya di videonya kelihatan hebat kok.
Sederet teknologi balap juga sudah disematkan, misalnya quick shifter baik untuk naik gigi maupun turun gigi, traction control dengan 10 setting berbeda, dan launch control. Lucunya, media Autoevolution menyebut GSX-R1000 ini sebagai Nissan GT-R beroda 2 gara-gara punya launch control. Suzuki tidak menyediakan sistem IMU (inertial measurement unit) karena mereka merasa rider Gixxer tidak membutuhkan hal itu.
Shockbreaker depan dan belakangnya sudah fully adjustable, dibuatkan khusus oleh Showa, demikian juga dengan rem Brembo yang ada di depan dan belakangnya. Sistem riding mode selector juga sudah dihadirkan untuk mengatur motor ini, mau jinak atau galak itu terserah rider-nya.
Suzuki berkata motor ini dijejali teknologi MotoGP, tapi kami lebih senang kalau mereka bilang dijejali teknologi balap ketahanan 24 jam alias World Endurance Chamionship. Kenapa? Soalnya di balapan itulah Suzuki sangat berjaya dengan GSX-R1000, sedangkan di MotoGP… Ya tahu sendiri lah kiprah GSX-RR.
Motor ini baru akan dirilis resmi sebagai model year 2017, dan Suzuki akan mempertimbangkan aspek harga supaya tetap kompetitif. Artinya, bakal ada detail-detail yang disederhanakan saat motor ini diproduksi massal. Please, Suzuki, kalau bisa versi jualannya tetap bikin yang keren ya, jangan bikin seperti Gixxer 150 SF yang aneh itu. Malu sama rival.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar