Jumat, 16 Januari 2015

Profil Perusahaan


 PT Perikanan Nusantara (Persero) dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 1998 dan merupakan hasil penggabungan  dari  empat  BUMN   yang   bergerak   di   bidang perikanan, yaitu PT Usaha Mina (Persero), PT Perikani (Persero),   PT Tirta Raya Mina (Persero), dan PT Perikanan Samodra Besar (Persero). Penggabungan tersebut dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa pada tanggal 27 Oktober 2005 dan dinyatakan dalam Akte Notaris Nomor 8 dan Nomor 9 tanggal 8 Mei 2006 yang dibuat dihadapan Notaris Muhammad Hanafi, SH di Jakarta. Perusahaan telah terdaftar secara resmi sejak keluarnya Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor C-16842.HT.01.04. Tahun 2006 tanggal 9 Juni 2006.
          Kompleksitas permasalahan empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perikanan sebelumnya merupakan suatu pembelajaran yang sangat berharga untuk tidak terulang kembali bagi PT Perikanan Nusantara (Persero) saat ini maupun yang akan datang. Kegagalan perusahaan  pada dasarnya terjadi karena  “Mismanagement” dalam pengelolaan aset (tangible & intangible aset) termasuk sumber daya manusia (SDM) dan liabilitas (kewajiban/hutang). Disadari pula, adanya kelemahan dan permasalahan saat proses maupun pasca penggabungan menjadi PT Perikanan Nusantara (Persero), merupakan kendala dalam penyehatan perusahaan. 

       Oleh karenanya telah menjadi fokus dan tantangan bagi manajemen untuk melaksanakan restrukturisasi internal sebagaimana diamanatkan dalam Undang Undang No.19 Tahun 2003. Upaya ini telah dimulai dengan program “Peta Navigasi I” pada periode Juli 2007 – Juli 2012 yang bertujuan untuk menyehatkan perusahaan agar dapat beroperasi secara efisien, transparan dan profesional. Adapun lingkup program restrukturisasi internal tersebut meliputi: 
a.   Finance, mengatasi defisiensi modal dan menghasilkan struktur keuangan yang sehat dan wajar
b.  Operation, meningkatkan daya guna dan hasil guna sumber daya yang ada melalui revitalisasi  asets serta akselerasi pertumbuhan bisnis.
c. Internal Control System (Organisasi, Sistem dan Prosedur, Sistem Informasi Manajemen, Akuntansi, Control) untuk memperkuat pengendalian, pertumbuhan yang transparan, akuntabel dan responsibel.
        Sebagai kelanjutan program restrukturisasi sebelumnya dan agar terhindar dari kegagalan serupadengan masa lalu maka sebagai satu satunya BUMNPerikanan yang ada saat ini dan benar benar tangguh “Transformasi“ dan “Akselerasi“ merupakan keniscayaan bagi   PT. Perikanan Nusantara (Persero)untuk mencapai pertumbuhan kinerja yang sehat, wajar dan berkelanjutan (Sustainable Growth). Kedua strategic planning tersebut akan diikuti denganprogram - program aksi dan merupakan komitmen seluruh pegawai bersama Direksi yang  harus terlaksana secara simultan dan terintegrasi selama periodeJuli 2012 – Juli 2017. Komitmen tersebut dituangkan dalam Grand Strategy dengan sebutan PETA NAVIGASI II  PT. Perikanan Nusantara (Persero).

Hukuman Mati Untuk Terpidana Narkoba

Rutan Boyolali Belum Terima Titipan Terpidana Mati

Rutan Boyolali Belum Terima Titipan Terpidana Mati
Kepala Lapas Kelas II A Wanita Semarang, Probo, perlihatkan foto terakhir terpidana mati dalam kasus narkoba, Tran Thi Bich Hanh (37) di Lapas Bulu Semarang, Jateng, 16 Januari 2015. Tran Thi merupakan warga negara Vietnam, rencananya akan menjalani eksekusi mati di Boyolali, Jateng, pada 18 Januari. ANTARA/R. Rekotomo


TEMPO.COJakarta - Rumah Tahanan Boyolali hingga saat ini belum menerima titipan narapidana kasus narkoba yang akan dieksekusi hukuman mati pada Ahad besok, 18 Januari 2015. Rencananya, salah satu terpidana mati asal Vietnam, Tran Thi Bich Hanh, akan menjalani eksekusi mati di kabupaten tersebut. (Baca: BNN: Hukuman Mati Bandar Narkoba Tak Langgar HAM.)

"Kami belum mendapat informasi resmi mengenai hal ini," kata Kepala Rumah Tahanan Boyolali, Achmad Chudori, saat ditemui, Jumat, 16 Januari 2015. Informasi mengenai pelaksanaan eksekusi di Boyolali itu baru dia peroleh dari media massa.

Achmad menyebutkan bahwa pihaknya siap menerima titipan narapidana asal Vietnam itu sewaktu-waktu. Hanya saja, hingga saat ini, Rutan Boyolali belum mendapatkan instruksi untuk menyiapkan tempat khusus bagi Tran Thi Bich Hanh. "Kami hanya menunggu perintah," katanya. (Baca: Kejagung :Eksekusi Terpidana Mati Ditunda.)

Menurutnya, Tran Thi Bich Hanh pernah menjadi penghuni rumah tahanan itu saat kasusnya masih diproses di Pengadilan Negeri Boyolali. Setelah putusan pengadilan, wanita itu akhirnya dipindah ke Lembaga Pemasyarakatan Bulu, Semarang. "LP Bulu memang khusus digunakan untuk narapidana wanita," katanya.

Tran Thi Bich Hanh ditangkap petugas Bea-Cukai Bandara Internasional Adi Soemarmo pada pertengahan 2011 lalu. Dia tertangkap tangan menyelundupkan sabu seberat 1.104 gram senilai Rp 2,2 miliar melalui pesawat dari Kuala Lumpur tujuan Solo. (Baca: MA Beri Lampu Hijau Eksekusi Lima TerpidanaMati.)

Dalam persidangan, terungkap bahwa Bich Hanh sudah berkali-kali masuk ke wilayah Indonesia dengan membawa barang haram tersebut. Majelis hakim lantas mengganjarnya dengan hukuman mati pada akhir 2011. Vonis hakim itu lebih berat dibanding tuntutan jaksa yang meminta hakim menjatuhkan hukuman seumur hidup dan denda Rp 8 miliar.

Saat dikonfirmasi, juru bicara Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Eko Suwarni memastikan bahwa Tran Thi Bich Hanh memang akan dieksekusi di Boyolali. Sedangkan waktu pelaksanaannya akan dibarengkan dengan terpidana mati lain yang dieksekusi di Nusakambangan. "Saat ini yang bersangkutan baru menjalani karantina," katanya. (Baca: Jokowi: Tak Ada Ampun buat Terpidana Mati Narkoba.)

Selasa, 13 Januari 2015

Potensi Kabupaten Boyolali Tersenyum

Wisata Boyolali – Jawa Tengah

Waduk Tlatar Terletak di Dukuh Tlatar Desa Kebonbimo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah dengan jarak tempuh dari kota kira-kira 4 km kearah utara.Nuansa pesona alam terhampar dengan latar belakang Budaya Desa dan air yang melimpah, aroma kelezatan masakan ikan air tawar yang disajikan baik secara goreng maupun bakar sambil memancing dan duduk santai sungguh merupakan rekreasi menyegarkan di Obyek Wisata Waduk Tlatar.Pemandian ini adalah pemandian untuk keluarga. Setiap dua hari menjelang bulan Puasa diadakan even Padusan.Upacara Padusan ini juga diselenggarakan di Umbul Pengging dan Pantaran. Acara ini bertujuan untuk mensucikan diri sebelum melaksanakan ibadah puasa.
Ada 2 buah pemandian,yaitu :
* Pemandian Umbul Pengilon
* Pemandian Umbul Asem

Wisatanesia.com-Obyek wisata Waduk Kedung Ombo ini terletak di Desa Wonoharjo Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah atau sekitar รข± 50 km ke arah utara Kota Boyolali.Waduk kedung Ombo yang mempunyai Luas sekitar 70,000 hektar yang di bangun pada pemerintahan Presiden Soeharto ini Menjanjikan rekreasi hutan dan air yang menyegarkan serta pemancingan.
FASILITAS / FACILITIES :
* Bumi Perkemahan
* Hutan Wisata
* Tempat Pemancingan
* Rumah Makan Apung
* Wisata Air

Arga Merapi Merbabu Terletak 25 km dari Kota Boyolali kearah barat.ObyekWisata Gunung Merapi salah satu gunung yang teraktif di dunia,selain itu pemandangan alamnya sangat indah serta panorama alam masih asli.
Bagi pecinta alam yang senang berpetualang merupakan jalur terpendek untuk mencapai puncak gunung Merapi 4 jam dan untuk mencapai puncak gunung Merbabu 8 jam.
Dengan mendaki puncak Merapi para pendaki dapat melihat matahari terbit “Sun Rise.”
Setiap malam 1 Suro diadakan Upacara Tradisional Sedekah Gunung sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Lonjakan wisata pendakian pada menjelang tgl 1 Suro, Tahun Baru, 17 Agustus (Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Merapi

Waduk Badhe Ini terletak di Desa Bade, Klego kabupaten Boyolali lebih kurang 40 km ke utara dari Boyolali Kota. Waduk Badhe adalah waduk yang digunakan untuk penyiraman tanaman padi, kolam ikan dan couse bagi masyarakat sekitar,dan sebagai penyimpanan air apabila tiba musim kemarau,Waduk Badhe sangat cocok buat melepas lelah disaat sore menjelang. Memiliki pemandangan yang indah dan asri

Masjid Cipto Mulyo adalah Masjid Peninggalan Sunan Pakubuwono X. Terletak di Kawasan Wisata Pengging Kecamatan Banyudono.

Umbul Sungsang adalah tempat untuk ritual Kungkum (berendam dalam air sambil menunggu hasil Sanggaran di makam R. Ng. Yosodipuro)

PEMANDIAN TIRTO MARTO Jarak tempuh dari kota 12 km. Pemandian ini dahulu digunakan oleh Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat Sri Paduka Susuhunan Paku Buwono X beserta kerabatnyaRitual Kungkum para peziarah terutama pada malam Jumat yaitu ritual merendam diri di dalam air sebatas leher yang dimulai mulai pukul 24.00 – 03.00 wib, serta setiap 2 (dua) hari menjelang bulan puasa diadakan Even Padusan.
TERDAPAT 3 PEMANDIAN UTAMA YAKNI / 3 MAIN POOLS :
* Pemadian Umbul Temanten
* Pemandian Umbul Ngabean
* Pemandian Umbul Dudo
FASILITAS
* Rumah Makan Lesehan
* Lapangan Tenis
* Pancingan
* Kolam Renang Anak
* Arena bermain
* Kios cinderamata.
* Rumah makan apung. Parkir yang luas
Boyolali adalah nama dari salah  satu Kabupaten dari Karesidenan Surakarta. Dipimpin oleh Bupati yang bernama Drs.Seno Samudro. Selain obyek wisata memiliki hal lain yaitu pepaya,susu,kerajinan dari kayu yang meyerupai mobil,dll.

Napak Tilas Datsun

Kenali Sejarah Datsun, Dari Mobil Balap Sampai Mobil Murah


Jakarta – Jauh sebelum nama Datsun dikenal sebagai calon mobil murah (LCGC) di Indonesia, India dan Rusia, produsen mobil asal Jepang ini sempat mendunia dengan berbagai macam produknya. Dari yang murah, sampai sportscar nan handal di arena balap. Lalu bagaimana sejarahnya? Ayo kita kenali.

Awalnya di tahun 1914 Kwaishinsha Motor Works milik Masujiro Hashimoto (1911-1926) menuntaskan perakitan “DAT Car”. Di tahun tersebut prototipe untuk model, DAT 31 yang disambut dengan lebih antusias. 

Nama tersebut berasal, sebagian dari nama dari tiga investor. Yakni Kenjiro Den, Rokuro Aoyama, dan Meitaro Takeuchi sepupu dari mantan perdana menteri yang membantu mengatur pembiayaan. sehingga nama DAT. Diterjemahkan secara kasar berarti "kelinci", "kelinci cepat", atau "sangat cepat" dalam bahasa Jepang,

Di tahun 1926 Kwaishinsha dan Jitsuyo Jidosha berkolaborasi menjadi “DAT Jidosha Seizo”. Selanjutnya pada 1932 DAT Jidosha Seizo memperkenalkan mobil “Datsun” pertama. Setahun kemudian, Yoshisuke Aikawa mengakuisisi Datsun dan mendirikan Nissan Motor Co.

Selanjutnya, 1935 Peresmian Pabrik Yokohama, pabrik perakitan mobil Jepang pertama kalinya untuk khalayak luas yang memproduksi “Datsun 14”. Lalu 1958 Kemenangan kelas di Australian Rally, ajang balap yang menantang ketangguhan daya tahan dengan “Datsun 210”.

Pada 1958 Datsun mengekspansi pasar ke Amerika dan mengawali ekspor “Datsun 210” ke Negeri Paman Sam. Di tahun 60-an, nama Datsun cukup mengguncang pasar sportscar lewat produk 240Z.

Di Tanah Air, mobil-mobil Datsun turut mengisi pasar dengan produk sedan 120Y dan versi pick upnya, 620 di era 70-an. Sayangnya, di tahun 1981 merek Datsun dihapuskan setelah pihak prinsipal memilih merek Nissan sebagai brand global mereka.

Dan Nissan Motor Co., Ltd. Mengumumkan kembalinya Datsun , brand global Nissan yang ke-tiga , bersama-sama dengan Nissan dan Infiniti di bulan Maret 2012. Datsun mempersembahkan pengalaman berkendara berkelanjutan bagi pelanggan berjiwa muda dan optimis di dalam pasar yang kian berkembang dengan pesat. 

Datsun mewakili keahlian perakit mobil Jepang yang telah teruji selama 80 tahun dan bagian penting dari DNA Nissan. Mobil Datsun akan mulai dijual di India, Indonesia, dan Rusia pada tahun 2014. (mobil.otomotifnet.com)
ini adalah contoh mobil datsun yang tergolong LCGC(Low Cost Green Car)  yang disebut Datsun GO+Panca yang mulai mengaspal di Indonesia.

Sedangkan gambar diatas adalah tipe datsun yang dikeluarkan pada tahun 1976-an.

Perlu diketahui,meskipun uji crash test datsun go+panca masih diragukan dunia,akan tetapi secara logika jika mobil memiliki hidung atau kap mobil,maka tingkat keamanannya juga aman daripada mobil yang tidak ada kap mobil yang mesin berada di bagian bawah body.